Rabu, 01 Januari 2014

LOVE MY SPIRIT// ROMANCE, LITTLESAD , 1.488 WORDS^^


LOVE MY SPIRIT ^^
                #MIAN KALAU JUDULNYA ANEH :D
author : ilmi dina prianti
genre : romance , little sad
cast : -kim jong in(exo), kim hara(oc)
lenght  : emmp author bingung... (1.488 words)
# maafkan author kalau ada typo bertebara, Out of caracter, jalan cerita biasa, ^^ diharapkan meninggalkan jejak, kalau nggk bisa juga gapapa soalnya cuma harapan doang :D. heppy riding ~ happy reading~
            #AUTHOR POV

DI sore hari yang cerah seorang yeoja sedang duduk di ayunan di taman dekat apartemen kecil yang pernah di berikan oleh appa dan eommanya dulu, dia termenung melihat langit sambil sesekali terisak. “anyeong,.. gwenchana agashi?..”tanya seseorang kepada kim hara, “eum, gwenchana.. ^^”jawab hara sambil mengusap air matanya. “kim jong in imnida, kau bisa memanggilku kai”kata namja bernama kai sambil mengulurkan tangannya, “eum, kim hara imnida ^^”jawab hara menyambut uluran tangan kai. “sepertinya kau lebih muda dariku, agar lebih akrab kau panggil aku oppa ^^”kata kai sambil tersenyum hangat, kai duduk di sebelah ayunan hara. Hara kembali menatap kedepan dengan tatapan kosong, “hiks”hara kembali menangis. “kau kenapa hara ?”tanya kai lembut, “aku kesepian, sangat sangat kesepian.!”kata hara sambil terisak hebat. “benarkah?, aku juga kesepian sepertimu. Aku kemari juga ingin menemanimu yang senasib denganku”kata kai sambil menatap hara, hara menatap mata kai balik “kau ingin menemaniku?”tanya hara penuh harap. “tentu saja hara.!!”jawab kai , “tidak akan meninggalkanku?”tanya hara. “semoga saja tidak, tapi semoga saja kita bisa bersatu untuk mengisi kekosongan ini ^^”jawab kai tulus.hara tersenyum lalu mengayun pelan ayunannya.          

              #hara pov

Aku menatap wajah kai saat ia mengayun ayunannya, ia tampan, ia imut, ia sangat baik hati, tapi apa aku salah lihat? Badannya seperti tembus pandang. Ahk mungkin itu hanya halusinasiku karena kebanyakan menangis. “kajja ku antar kau pulang ^^” kata kai berdiri di hadapanku sambil mengulur tangannya, “kajja.!”jawabku sambil tersenyum lembut. Di perjalanan yang mulai malam aku tidak bisa mengatakan apapun pada kai, sebenarnya aku tidak ingin kembali ke apartemen karena itu hanya mengingatkanku pada keluargaku. “kai mau masuk dulu?”tanyaku saat sampai depan gedung apartemenku, “trimakasih hara, nanti – nanti aku akan kerumamu”jawab kai lalu berlalu meninggalkanku sambil melambai kecil. “haa.. aku pulang eomma, appa, dongsaeng menyebalkan”ucapku saat masuk apartemen, “hari ini lelah, aku mau tidur saja.!”gumamku lalu menuju kamar.          

         #author pov
“aku berangkat”ucap hara saat keluar apartemen, “huah, semangat.!”kata hara sambil mengepalkan tangannya. “hara, kenapa kau menjadi seperti ini sih, dulu kau sangat riang dan penuh canda tawa, tapi sekarang kau berubah menjadi dingin”kata yeonmi “kau tidak perlu menanyakannya karena kau juga pasti tau.!”jawab hara simpel lalu membaca buku yang berada di depannya. Hara melihat kearah jendela yang menuju ke samping sekolah yang rindang, ia melihat kai “kai..?”gumam hara bingung. 
.
.
>skip< hara berjalan menuju apartemennya, hara hanya bisa memandang semua orang dengan gusar. “mereka berpasangan, tapi aku tidak.! Kai bisakah kau bersamaku sekarang?”gumam hara pelan, ia pulang agak malam karena ada tambahan waktu untuknya. “kau memanggilku?”seseorang muncul disamping hara, “kai..”ucap hara senang. “kai.. ayo kerumahku.. ayo..”hara memaksa kai masuk, “baiklah, kalau kau memaksa..”kata kai lalu mengikuti hara yang sedang berjalan di depannya. “ini rumahku.. maaf berantakan”kata hara , “duduk lah, aku akan membuat minum untukmu, mungkin kau capek sampai pucat seperti itu.!”kata hara lalu berjalan kedapur. Kai duduk di soffa apartemen hara, “rumah yang indah, aku tidak akan melupakan ini.!”gumam kai lalu bersandar pada sofa itu.

          #hara pov

“aku senang selama berteman denganmu.! Kau selalu bersamaku.!”ujarku di tengah sunyi antara ku dengan kai di taman tempat ku bertemu dengannya pertama kali, “aku juga, kau tau.. setiap hari kita bertemu di sore hari yang indah.”kata kai. “ya aku juga menyadarinya, aku sangat sangat sangat senang mempunyai teman baik hati sepertimu kai..”ujarku lagi, “hara...”panggil kai. Hara menoleh “aku ingin sekali memelukmu saat ini, tapi aku tidak bisa”kata kai, “maksudmu?”tanyaku bingung. “jadi selama ini kau tidak tau aku ini apa?”tanya kai, “tidakk..”jawabku semakin bingung. “hara.. aku adalah arwah yang hanya bisa bertemu denganmu beberapa saat.!!”kata kai, “mwo? Mana mungkin.!!”kataku mengelak. “aku jujur hara..”kata kai, “jadi selama beberapa bulan ini aku berbicara dengan arwah?”tanyaku dan kai hanya menangguk. “tujuan ku sebenarnya di suruh oleh appamu untuk menemanimu yang kesepian karena aku masih bisa hidup, dan seharusnya aku harus cepat kembali ke ragaku.”kata kai, “tapi aku tidak bisa hara, aku hanya ingin bersamamu.. aku sangat MENCINTAIMU hara.”lanjut kai sambil menatapku ragu. “aku belum bisa percaya kai..”responku sambil melongo, kai berjalan ketengah jalan raya . di sana ada sebuah mobil melaju kencang, tanpa berfikir aku menghampiri kai. “oh ia dia kan arwah”ingatanku berputar dengan cepat, namun –brag- aku terpental. Semua sakit, kepalaku..kakiku.. aku melihat kai hanya diam dan semua menjadi gelap.

          #kai pov

Kenapa dia harus berlari mengejarku, aku tidak akan tertabrak. “mianhe hara, aku hanya bisa diam”gumamku di hadapan tubuh hara yang terkulai lemah. Aku mengikutinya ke rumah sakit, “mungkin sekarang aku harus kembali ke ragaku.! Aku harus memperbaiki hidup hara.!!”kataku lalu kekamar dimana aku dirawat. Eommaku sedang menangis, appaku sedang menenangkan eomma “eomma appa bogoshippo J”gumamku kecil lalu memasuki tubuhku perlahan.


          #author pov

Kai tersadar dan langsung terduduk di kasurnya. “kai..”eomma kai histeris melihat kai yang koma selama 4 bulan sadar dan langsung terduduk, “eomma, bogoshippo”kata kai lalu memeluk eommanya lalu appanya. Kai terdiam sejenak untuk mengingat sesuatu, cukup lama hingga ia beranjak dari kasurnya dengan cepat sambil melepas alat asing di tubuhnya kecuali infus, “tunggu aku hara..”gumam kai lalu berjalan cepat menuju ruang IGD. “apa disini ada keluarga dari korban yang bernama hara?”tanya seorang suster, “aku.. pacarnya..”kata kai. “apa tidak ada keluarganya?”tanya suster itu, “tidak, dia sebatang kara, dia kesepian selama 3 tahun terakhir”jawab kai. Orangtua kai yang mengikutinya hanya melongo melihat anaknya bertingkah aneh, “eomma , appa aku harus masuk.!”kata kai lalu masuk kedalam igd menemui hara yang masih terkulai lemah. “mungkin kai sudah berjelajah di alam mimpinya selama 4 bulan ini, biarkan saja.!”kata appa kai sambil mengelus punggung eomma kai.

          #kai pov

“aish sakit sekali kepalaku.!”kai meringis kecil,“gwenchana?”tanya perawat tadi, aku hanya mengangguk. “hara.. saranghae saranghae saranghae.. bangun lah hara.. bangun lah..”kai membisik di depan telinga hara. “eomma, appa..”dia mengigau sedikit kencang membuatku menatapnya, “hara..”panggilku kepadanya.

          #hara pov

“changjo.! Berikan itu padaku.!”aku berteriak sekencang mungkin kepada adikku, “kalau kau mau, ambillah semampumu..”kata changjo sambil memeletkan lidahnya. “yaampun kalian, cepat bereskan semuanya.!”tegur eommaku lembut, appa hanya tersenyum melihatku dengan changjo bertengkar. “eomma.. aku ingin memelukmu..”kataku manja lalu memeluk eommaku penuh haru, begitu juga dengan appa dan changjo yang kupeluk dengan erat. Aku menangis antara bahagia, dan sedih, semua bercampur di hatiku. “kajja appa, changjo kita pulang”ajak eommaku kepada mereka, “lalu aku tidak kau ajak eomma?”tanyaku menyindir. “tentu saja tidak, kau harus mandiri”jawab eommaku, “tapi.. aku ingin ikut dengan kalian..!”kataku memohon.
.
.
“hara..”seseorang menaggilku dari belakang, itu jongin a.k.a kai, “kai, aku titipkan dia padamu. Hara mandirilah dengan kai.. eomma menyayangimu..”kata eomma lalu berjalan meninggalkanku sambil melambaikan tangan bersama appa dan changjo, “eomma,appa..”aku memanggil namanya, aku hanya ingin bersama mereka. 
.
.
“hara..”terdengar kai terus memanggilku, “aku hanya bisa melihat eomma, appa dan changjo berjalan meninggalkanku sampai ia tak terlihat.

          #kai pov

“andwae.. eomma appa changjo..”teriak hara tiba – tiba membuatku terperanjat kaget, “eum.. hara kau sadar..!!!”aku memekik senang, hara membuka matanya perlahan. Aku tersenyum melihat ia sadar, namun ia mengeluarkan air matanya.          
       #hara pov

‘apa aku tadi hanya mimpi, tentu saja aku mimpi, aku kan tadi kecelakaan’pikirku sambil mengerjap – ngerjapkan mataku. Aku melihat kai tersenyum di sampingku memakai baju rawat dan infus di tangannya, “kai..”aku memanggilnya lalu memegang pipinya’nyata’. “aku sekarang bisa menemanimu kapan saja, aku nyata hara..”jelas kai , aku hanya tersenyum. Mataku kembali berat, dan semua menjadi gelap”.

          # kai pov

Hara memejamkan matanya lagi, “hara..”aku memanggilnya perlahan “...”tidak ada reaksi. Dengan cepat aku memanggil dokter yang tidak jauh dari sana, ia menghampiri hara lalu memeriksanya. “tenang saja, dia hanya pingsan. Dia bisa di bawa kekamar inap sekarang.!”kata dokter itu lalu menuruh suster lain untuk memindahkan hara. Aku keluar melihat eomma dan appaku sedang berada di luar ruang gawat darurat, “jonginie apa yang sebenarnya terjadi?”tanya eomma khawatir.
.
.
“eomma, appa aku harap kalian menganggap hara sebagai anak kalian sendiri, kasian dia hidup sebatang kara di dunia ini..”mohon ku dengan tulus, “tentu saja, kau juga harus menikahinya ok.!!”kata eommaku sambil menggoda. @kamar rawat hara, benar – benar merepotkan harus membawa selang infus ini kemanapun,  tapi aku harus tetap menjaga hara.

          #hara pov

Aku membuka mataku perlahan, aku melihat kai sedang berbaring di kasur sebelah kasur ku. aku melihat ada sepasang paruh baya tertidur di kasur kecil dekat jendela rumah sakit. “kau sudah bangun hara? Morning..”sapa kai dari sebrang kasurku, “morning kai..”jawabku dengan senyum. “kai beranjak dari kasurnya, mungkin ia akan membangunkan eommanya. “eomma, appa, hara bangun, cepat berkenalan dengannya”terdengar suara kai dari sini, “eum jinja... huah..”eomma kai bangun dan menghampiriku, “anyeonghaseo hara, kau bisa memanggilku eomma”kata eomma kai ramah. “ne eomma”jawabku dengan panggilan pertamaku, “kau juga bisa memanggilku appa”kata appa kai, “sure appa”jawabku sedikit malu – malu. “kau juga bisa memanggilku kaidarling, jadi kau harus menikah denganku.!”kata kai mengagetkanku dan dengan refleks aku menengok kearahnya. “kalian harus cepat menikah, agar aku bisa cepat punya cucu”kata eomma kai dengan nada bahagia, “ehm”jwabku sambil tersenyum malu. “tapi setelah aku menyelesaikan sekolahku”lanjutku, “kami akan selalu mendukungmu, sekarang kau tidak kesepian lagi”kata appa kai sambil tersenyum. Aku hanya menjawab itu dengan senyuman, aku sangat terharu mendengarnya.

Saat kalian merasa kesepian, dan menganggap hidup kalian tidak berarti. Kalian salah, mungkin di luar sana masih banyak orang yang ingin memperhatikanmu, dan menyayangimu. Jadi buatlah dirimu berharga untuk orang – orang yang menyayangimu dan kau sanyangi ^^- KIM HARA 
                                                               -end-