Selasa, 10 September 2013

i want a pure love



I WANT A PURE LOVE
CAST :         -KIM WOORI
                   -NO MINWOO
OTHERCAST                   : - JUNG HYUNMI
-          CHOI JONG HYUN
-          SHIM HYUN SEONG
-          DLL
          LENGHT                : LONG ONE SHOOT
          GENRE                  : ROMANCE, GAJE
          RATING                : PG 13
          NAMA AUTHOR    : ILMI DINA PRIANTI ^.^


I WANT A PURE LOVE
                   #AUTHOR POV
woori saranghaeo, kim woori do you be my girl friend”ungkapan hati minwoo di depan woori“PABO, sudah ku bilang berkali – kali, aku tidak mau menjadi pacarmu, kita ini kan baru kenal seminggu yang lalu, tapi kau sudah menembakku berkali – kali tepatnya sudah 80 kali kau menembakku, apa kau tidak capek, selalu menembakku seperti ini?”kata woori dengan panjang x lebar x tinggi(?) “ani, karena aku sangat menyukaimu.!”jawab minwoo padat, “huh, terserah kau saja lah”kata woori lalu meninggalkan minwoo sendiri di taman belakang sekolah, “huh,”dengus minwoo dengan evil smirknya. “hey, apa kalian tau bahwa woori anak kelas 2 – C itu tidak mau pacaran dan dia bilang dia lebih ingin menjadi jomblo dari pada harus pacaran”*bisik – bisik* “padahal prince aegyo sudah menembaknya 80 kali, tapi dia tidak menerimanya, apa mata dia buta?”lanjut perempuan penggosip itu yang sebenarnya berbisik tepat di depannya sambil menatap woori dengan tatapan aneh. “huh, bukannya begitu, aku ini hanya tidak ingin sakit hati”batin woori membalas omongan mereka.
            #woori pov
“woori...”panggil seseorang, “ne?”jawabku. “kamu tau tidak, kemarin aku ditabrak seseorang.!”katanya bahagia, “ha?, koq kamu bisa senang begitu?”tanyaku aneh, “saat aku terjatuh, aku juga langsung jatuh hati padanya, dan aku juga dapat nomor hpnya.!”katanya sangat bahagia “hyunmi, sudahlah.. bukankah kau itu menyukai hyun seong songsaenim?”tanya woori padaku, “yup, kau memang benar, tapi.. songsaenim terlalu tua, aku ingin yang masih muda.”kata hyunmi berbinar. “lalu cintamu untuk songsaenim?”tanyaku sambil ngupil(?), “akan aku tetap jaga di hatiku, habisnya perbedaan umurku dengan seong songsaenim kan 4 tahun, itu kan terlalu jauh untuk ku raih.!”katanya juga ikutan ngupil(?). @pulang, “hyunmi, kajja kita pulang.!”ajakku kepada sahabatku yang berbeda kelas, “ne,!”katanya lalu mengikutiku dari belakang. “hyunmi, hari ini mau pulang naik apa?”tanyaku yang berjalan di depannya, tapi tidak ada jawaban dari hyunmi. “HYUNMI OI”teriakku sambil berbalik, “hah, koq dia nggk ada? :O”batinku aneh, dan memutuskan untuk mencarinya.
            #hyunmi pov
“hah, atlas sudah, tempat pensil sudah, hp sudah, baiklah lengkap sudah”cekku di jalan akan keluar sekolah. “~Brak,~bugk”ada suara pukulan yang terdengar begitu keras di arah ruang tak terpakai. “huaah :o”aku sangat kaget saat melihat ada seorang namja yang di pukul oleh seorang yeoja, “hmm, nggk salah tuh, harusnya kan namja yang menyiksa yeoja”batinku aneh lalu mendobrak pintu ruang itu. “BRAG, lepaskan dia.!”kataku sok pahlawan “^//^ mianhe, aku tak tau bahwa kalian sedang latihan beladiri, mianhe”kataku malu saat melihat mereka memakai seragam beladiri dari sekolah, lengkap dengan peralatannya. “mian,mian,mian”kataku lagi lalu membungkukan badanku 90o dan pergi begitu saja bagai di terpa angin.
            #author pov
“HYUNMI”panggil woori dari tadi yang tidak membuahkan hasil sedikitpun.”orang ini merepotkan saja”kata woori dengan terengah – engah seperti orang yang habis lari maraton sejauh 3000 meter (?)*yang bener aja*. “ne, woori”balas hyunmi di belakang woori yang sedang beristirahat, “kau ini, dari mana saja sih?, aku sudah mencarimu kemana – mana tau.!”kata woori marah – marah, “jeongmal mianhe, aku sangat malu untuk bersekolah”kata hyunmi sambil menangis, “eh, whae hyunmi – ah?” tanya woori kepada hyunmi. “ani.!”kata hyunmi lalu berlari keluar sekolah. “anak ini.!”kata woori lalu menyusul hyunmi, “tunggu.!”teriak seseorang di belakang woori “ne?”tanya woori lalu berbalik kebelakang. “tadi itu temanmu kan?, maaf ini tadi terjatuh saat dia tiba – tiba muncul di hadapanku dan tiba – tiba menghilang” kata namja itu. “ne, pasti akan ku kembalikan, khamsahamnida. Kim woori imnida.”kata woori berkenalan, “ne, choi jong hyun imnida, aku masih ada latihan taekwondo, anyeong”kata changjo lalu pergi begitu saja.
            #woori pov
“jadi, hanya karena hal seperti itu kau melarikan diri sambil menangis?”tanyaku sambil terbahak, “ne. Huee”kata hyunmi sambil menangis di kelasku. “oh, ige saputanganmu kan?, kemarin ada yang mengembalikannya seorang namja yang bernama choi jong hyun”kataku menjelaskan, “MWO?, jadi kemarin dia mengetaui jelas mukaku?”tanya hyunmi syok. “maybe!”kataku. “kim woori..”panggil seseorang dipintu, “ne?”jawabku. “YA TUHAN, KENAPA AKU HARUS BERTEMU ANAK INI?”batinku. “whae?”tanyaku, “do you be my girl friend?” tanya minwoo kepadaku yang ke 81 kalinya, “ani.!”jawabku tegas lalu keluar dari kelas menuju belakang sekolah.
            #minwoo pov
“ASH, gagal lagi.!”gumamku sebal lalu berjalan lemas keluar kelas woori. “MINWOO – ya”panggil seseorang, “hyunmi?”jawab minwoo “kasihan kau ini selalu di tolak oleh woori, seharusnya kau ini mendekatinya dulu dan buat dia jatuh cinta kepadamu, baru kau menyatakan cinta, kalau tiba2 seperti itu, mana mungkin woori akan menerimamu.!”jelas hyunmi “kalau seperti itu, keburu aku benar – benar mencintainya”ceplosku asal “hah?”reaksi hyunmi atas omonganku, “ahk, bu..bukan begitu, mak..maksudku keburu aku malah tidak mencintainya”kataku gugup. “mencurigakan.!”kata hyunmi lalu keluar dari kelas woori. “hufht hampir saja”gumamku, “tapi, benar juga kata yeoja itu, aku harus pendekatan dulu”batinku.
            #woori pov
“woori, apa kau yakin akan merubah dirimu menjadi sosok putri?”tanya hyunmi yang sedang ikut dandan bersamaku, “ne”jawabku singkat, “kenapasih kau selalu menolak minwoo, kalau aku sih langsungku terima”tanya hyunmi lagi, “dia terlalu mendadak, aku tidak suka, serasa aku hanya dipermainkan oleh namja itu.”jawabku. ~nut,nut~suara hpku diatas kasur, “hy woori, jalan denganku yuk, aku ingin mengulangnya dari awal”pesan singkat dari minwoo membuat hatiku berdegup kencang, “nugu, woori?”tanya hyunmi “minwoo, dia ajak aku jalan..”jawabku bahagia dan meloncat – loncat di atas kasur. “WOORI JANGAN BERISIK.!!”teriak eommaku mengomel gak jelas dari lantai bawah, “kau harus ikut yah.!!” Ajakku pada hyunmi sekalian memaksa juga, “ne,!”jawbanya to the point. @taman “woori, come here.!”teriak minwoo saat melihatku dengan hyunmi, “kenapa bersama hyunmi?”tanya minwoo berbisik, “aku yang memaksa”jawabku lalu berjalan sejajar dengan minwoo. “omo.. ini kencan pertamaku”batinku, “hari yang tidak begitu cerah” minwoo membuka percakapan.
            #author pov
“huh, mereka asik sekali.!!”batin hyunmi kesal, “pegangan tangan, rangkul2an. Uh buat aku iri aja deh”lanjut hyunmi dengan muka bete. ~langit mendung mendadak~ “mendung nih woori, kajja kita harus cepat mencari tempat berteduh”ajak minwoo lalu menarik tangan woori ke halte, “aku mau ke sana sebentar ne.!”izin minwoo lalu pergi ke supermarket. “hyunmi, hari ini aku sangat bahagia”kata woori membuka percakapan “...”tidak ada tanggapan, “hyunmi-ah, aku.. eh dia kemana koq ngilang??”ucap woori lagi setelah melihat sahabatnya itu menghilang tiba – tiba.
            #hyunmi pov
Hujan turun dengan deras saat aku ingin menyusul woori dan minwoo, secara terpaksa aku harus berteduh di pinggiran toko. “hacyu*bersin* hufht dingin”gumamku sambil memeluk diriku sendiri, “anyeonghaseo, kau orang yang waktu itu salah tanggap itu kan??”ucap seseorang disebelahku, “hehe, ne memang aku”jawabku malu. “kau kedinginan?, mianhe hari ini aku tidak bawa jacket jadi..”katanya terputus lalu memelukku, “omo.. tapi ini sangat hangat”batinku. “rumahmu di mana?, biarku antar”tanyanya yang masih memelukku, “di perempatan depan sana”jawabku. “kajja kita halte, aku bawa payung koq”katanya melepaskan pelukannya.
            #woori pov
“woori, apakita harus menunggu bis disini?”tanya minwoo sambil menyeruput kopinya, “ne, dimana lagi?”tanyaku balik. “mianhe, jalan – jalan kita jadi batal”sesal minwoo, “ani, gwenchana.!”jawabku sambil melihat – lihat sekeliling yang sepi. “pakailah jacketku, aku tau kau kedinginnan,”kata minwoo yang memakaikan jacketnya yang sangat wangi, “woori, minwoo”panggil seseorang, “HYUNMI, changjo sunbae?”sapaku balik. “woori, tidak diberi coffe?”tanya changjo padaku, “ani, aku tidak suka coffe”jawabku lalu duduk kembali di bangku halte. “hyunmi, masih dingin?”tanya changjo kepada hyunmi yang duduk di pinggir kami “anio!”jawab hyunmi sambil tersenyum, “mukamu pucat tau, tanganmu juga dingin. Akan ku peluk lagi deh”kata changjo lalu memeluk hyunmi yang mukanya sedang merah, “aku malu”kata hyunmi “tak apa, aku tak ingin kau kedinginan”kata changjo. “mereka so sweet sekali, maunya aku seperti itu” lamunku.
            #minwoo pov
“namja ini ternyata martil”batinku saat melihat changjo memeluk hyunmi, “ah, woori apa kau masih kedinginan?”tanyaku sambil memegang tangannya, “anio, gomawo”katanya dingin. “biar aku peluk yah, aku peluk yah”kataku sambil mendekat. “ANI, MENJAUHLAH”teriak woori, ~push~suara pintu bus terbuka. “busnya sudah datang, kajja kita pulang hyunmi”ajakku yang melepas paksa pelukan hyunmi dan changjo. “aku pulang dulu sunbae”pamit hyunmi yang langsung masuk ke dalam bus.
            #woori pov
“hyunmi, kau itu seperti terlalu murahan tau, dengan gampangnya changjo memelukmu, dan kau gak berkutik apa – apa.”cerocosku menasehati, “kau benar juga, atau jangan2 kau itu sebenarnya cemburu, ia kan..”goda hyunmi yang membuatku mual, amat sangat mual “ani, sudahlah jangan bicarakan itu lagi”kataku mengalihkan, “khm, cemburu”godanyalagi “yak hyunmi-ah”teriakku di dalam bis yang membuat semua penumpang menoleh kearah kami, “hm, mianhe”kataku saat menyadarinya sambil menunjukan sederetan gigi kuningku*eh(?) maksudnya sederetan gigi putihku. @school “hy woori”sapa minwoo saat aku akan masuk kedalam kelas, “siapa ya?, maaf aku tidak mengenalmu”jawabku lalu beranjak pergi. “kalau begitu kita berkenalan dulu, no min woo imnida, dan aku akan menyatakan perasaanku lagi, do you be my girl friend?”kata – kata itu yang membuatku sangat sebal kepadanya, dia itu memang benar – benar. “minwoo sudahlah jangan berpura – pura, aku tau kalau kalau kau itu hanya mempermainkanku kan?, aku tidak ingin sakit hati hanya karena seorang namja, araseo?”jelasku penuh perasaan, “aku tidak main2, walau aku harus menembakmu sampai  ribuan kali pun, aku tidak akan menyerah, untuk bintang yang bersinar sepertimu, aku akan mencoba untuk mendapat cahayanya”kata minwoo mulai ngelantur lalu pergi meninggalkanku begitu saja.
            #minwoo pov
“karena rasa penasaranku ini, aku jadi benar – benar mencintainya”batinku sesaat setelah woori menolakku yang entah keberapa kali aku mencoba mengutarakan perasaanku padanya. “minwoo, kau tidak mau pulang?”tanya teman sebangku ku “sekarangkan baru jam 9 pagi.!”jawabku aneh, “kau tidak dengar, tadikan ada pengumuman bahwa hari ini kita pulang cepat karena akan ada rapat paraguru”jelas temanku itu lalu meninggalkanku yang sedang melamunkan sesuatu yang entah apa itu. Aku berjalan dengan lemas di koridor sekolah memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak kufikirkan. “woori, sedang apa disini?”tanyaku saat melihat woori berdiri di depan gerbang, *grep* dia langsung memelukku dengan erat “mian aku sudah menolakmu minwoo shi, aku mau koq jadi pacarmu.!”kata woori yang membuatku kaget. “YAK MINWOO, BANGUN.!! KAU TIDAK MAU PULANG APA?, dari tadi melamun saja..”teriak youngmin dan kwangmin bersamaan yang membuat lamunanku buyar seketika. “kau ini kenapa sih minwoo,?”tanya youngmin “ani”jawabku singkat lalu pergi meninggalkan mereka.
            #woori pov
“aku bingung hyunmi”curhatku “whae??”tanya hyunmi “apa aku harus menerima minwoo,? Aku rasa saat dia menembakku tadi yang ke 82 dia sangat serius”kataku sambil memegangi belanjaan untuk berpesta bersama teman satu kelas dan walikelasku di rumahku nanti. “itu sih terserah dirimu saja, aku sih tidak bisa mencampuri urusanmu yah”jawab hyunmi yang berlari(?) masuk kerumahku. “huh”dengusku mendapat jawaban yang sangat tidak membantu. *pesta* “ini, woori yang masak??”tanya shimsaenim padaku “anio, aku hanya membantu menggorengnya saja, yang membuat bumbunya sih hyunmi”jawabku sambil menunjuk hyunmi yang sedang terduduk lemas di soffa, “ooh”jawab shimsaenim. “woori”panggil seseorang dibelakangku, “ne?”jawabku lalu berbalik menghadap namja itu, “eh minwoo.”tanganku tiba – tiba ditarik oleh minwoo kedalam mobilnya yang bisa dibilang sangat mahal itu. “yak lepas”suruhku sambil memberontak, “woori, jeongmal saranghaeo, kali ini aku tidak bercanda, dan aku ingin kau jadi pacarku, apa kau mau?”minwoo berkata dengan sangat tulus, itu sangat terlihat dari matanya “mianhe, minwoo-ah aku.. hanya ingin cinta yang tulus dari seorang namja , bukan sekedar cinta untuk dipermainkan olehmu, mian..”jawaku agak panjang lalu keluar dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam rumah. Aku tak melihat hyunmi dimanapun, “kemana sih hyunmi, akukan mau curhat, tapi dia malah nggk ada.!”dengusku sebal berjalan kearah belakang rumah, entahlah malam ini aku ingin melihat kolam berenang dibawah sinar bulan. “haha, ne songsaenim aku pasti akan sering – sering mendatangi museum itu”ucap seseorang ditengah keheningan belakang rumah, “hyunmi?”ucapku dalam hati melihat hyunmi dan hyun seong saenim duduk di rumput. “hyunmi saranghaeo, haha aku memang gila sudah berbicara ini akukan seorang guru”kata hyun seong saenim, “hmm, aku mengerti perasaan itu tidak bisa ditahan. Saenim nado saranghaeo”jawab hyunmi. “jarang-jarang aku melihat yang seperti ini secara langsung, foto ah”pikirku jahil yang masih berusaha mendengarkan “apa kau mau jadi pacarku?” tanya saenim “hmpffft, em”jawab hyunmi mengangguk sambil menahan tertawa. “akh, tidak baik menguping pembicaraan orang”pikirku lalu berbalik –drrt-ddrrtt- hpku bergetar tanda ada sebuah pesan, - woori cepat kelantai paling atas, ada sesuatu yang inginku perlihatkan- isi pesan itu dari minwoo. “merepotkan saja sih anak ini”dengusku pelan lalu berjalan kearah balkon kamarku, karena itu yang paling tinggi sebelum atap. “ish, ngapain sih minwoo, ngerjain aja deh”gumamku kesal di balkon kamar ~Byar~ suara kembang api mengagetkanku karena meluncur tepat didepan mukaku ‘YAK!’aku berteriak karena kaget dan terduduk lemas di lantai. “WOORI-ah aku benar- benar mencintaimu, aku serius ingin menjadikanmu yeoja chinguku, YOU ARE IS MY PURE LOVE, AND I IS YOUR PURE LOVE ;)”seorang namja berteriak dari bawah kamarku “Mwo?”ucapku pelan “WOORI saranghaeo, do you be my girl friend ?”tanya minwoo masih berteriak, ternyata dia berteriak di tengah lilin berbentuk love, dilengkapi dengan balon dan bunga mawar ~byar~ ~byar~ suara kembang api terus menggelegar di langit, membuatku bingung “MINWOO-ya, dasar namja menyebalkan, namja menggemaskan, namja tampan, dan namja baik hati, aku pasti akan   menerimamu babo. NADO SARANGHAEO MINWOO_AH J”teriakku balik membuat ukiran senyum di wajah minwoo yang tampan membuat ku terpesona. Minwoo merentangkan tangannya sambil memejamkan mata, membuatku bingung.
            #author pov
“namja babo itu mau apa sih?”tanya woori dalam hati. Minwoo sedang merasakan kebahagian yang selama ini ia tunggu, ia merentangkan tangannya, mengadah keatas, menghirup udara sebanyak yang ia bisa, dan masih mendengar suara kembang api dilangit. *hug tiba –tiba minwoo merasakan tubuhnya hangat, dia merasa ada yang memeluknya. “woori..”gumam minwoo membalas pelukan woori. “em,?”tanya woori “anio”jawab minwoo, pelukan woori melonggar, wajah woori dan minwoo mendekat ~chu~ minwoo mencium woori kilat.“chagi kajja kita ketahap selanjutnya.!”kata minwoo menatap woori dengan tatapan genit, “ANIO.. AKU BELUM SIAP..!”woori berteriak frustasi sambil berlari meninggalkan minwoo yang tertawa terbahak.

*cinta itu memang tidak bisa dipaksa, tapi dengan berjalannya waktu,cinta itu akan mudah tumbuh didalam hati ini :* ETT DAH AUTHOR :d

END ~ :*


         

Senin, 09 September 2013

FF/boyfriend/ALL FOR MY TWINS/ romance


Nama author         : ilmii dina prianti
Genre                     :sad *mungkin
Main cast               : park shinji _ park shinye_ member boy friend
Other cast             : eomma, appa(?)
Rating                     : G
Lenght                    : entah lah author pun tak tahu
                Sebelumnya author ucapkan trimakasih untuk para readers yang mau membaca ff gaje bikinan author ini, dan tanpa basa basi lagi silahkan baca .. *bow 90o
ALL FOR MY TWINS
                        #shinji pov
Inilah konsekuensi hidup bersama yeoja pabo ini, dia selalu menyuruhku untuk ini dan itu, semua pekerjaan rumah tangga aku yang mengerjakan, tapi aku harus sabar, karena dia adalah kembaranku. “shinji..!”panggil shinye manja sambil memelukku dari belakang “whae, kau tak lihat, aku kan sedang membersihkan rumah, !?”kataku pada shinye “ne, aku melihat, aku hanya mau minta uang padamu karena aku akan jalan bareng kwangmin..!”rengeknya yang membuatku jijik “nih, jangan lama2.”kataku yang masih dengan tabah memberikan uang jajan yang di berikan eomma dan appa angkatku sebulan sekali, “yeeeeee, gomawo eonni, oh kau juga di undang oleh minwoo oppa !”kata shinye, “mwo?, akh ne aku akan ke sana, nanti aku menyusul, di caffe biasakan ?”tanyaku pada shinye “ne, aku duluan eonni, jangan lama2.!”kata shinye sambil berlalu pergi.
                #author pov
“apa aku sudah cantik ?”tanya shinji di depan kaca, “mungkin begini cukup, sekarang juga aku harus pergi secepat mungkin.!”gumamnya sendiri. @perjalanan “hmm, senangnya hatiku bisa bertemu minwoo di tengah kesibukannya yang padat itu.”batin shinji. “anyeonghaseo..!”sapa shinji ramah kepada semua member boyfriend “anyeong.”balas mereka bersamaan.
                #hyun seong pov
“cih, dia kembarannya shinye?, mereka tak mirip.!”bisikku kepada youngmin “ne, kau benar, juga masih lebih cantik shinye, namun apa dia lebih manja dari shinye?”tanya youngmin juga berbisik. “eonni, mereka bilang mereka ingin menginap di rumah kita, apa eonni izinkan ?”tanya shinye setelah diskusi kami tadi. “tentu saja boleh.”jawab shinji enteng “yeeee...”teriak member boy friend terkecuali aku, aku hanya membaca bukuku.
                #shinji pov
“kau mau makan apa?”tanya minwoo padaku “aku?”tanyaku sambil menunjuk diriku sendiri “ya kau.!”katanya sambil tersenyum “hmm, sepertinya tidak usah, aku sudah makan dirumah.!”kataku menolak karena aku memang tidak mau makan di caffe “minwoo-ya aku boleh memesan ice cream kan ?”tanya shinye manja “ne, pesan 2 yah.!”kata minwoo memperbolehkannya yang langsung di laksanakan oleh shinye. 3 jam berlalu mereka hanya mengobrol gk karuan sambil sesekali memakan cemilan, namun aku hanya bisa terdiam karena belum akrab dengan mereka, tidak seperti adik kembarku yang cepat akrab dengan orang karena dia begitu polos. “aku, akan pulang duluan, karena masih ada tugas yang harus ku kerjakan.”kataku menyudahi lalu menunduk 90o kepada semuanya “gomawo, anyeong”ucapku terakhir kali lalu berjalan menjauh.
                #hyun seong pov
“aku, akan pulang duluan, karena masih ada tugas yang harus ku kerjakan”ucap seseorang di tengah pembicaraan para member boy friend yang juga terkecuali aku yang sedang membaca buku. “gomawo, anyeong”kata shinji lalu berjalan menjauh. “hey, diakan seorang yeoja, jangan dibiarkan sendirikan, siapa yang mau mengantar,?”tanya donghyun namun tidak ada yang menanggapinya “minwoo-ya cepat antar shinji pulang.!”suruh donghyun pada minwoo. “anio, aku kan ingin bersama yeoja chinguku dulu sebentar lagi, ia kan shinye?”tanya minwoo pada shinye. “kalau begitu aku saja, anyeong. Oh hyung mungkin aku akan pulang besok pagi.!”kataku izin pada donghyun hyung dan berlalu pergi.
                #shinji pov
~trak,trak~ aku hanya menendang – nendang batu yang ada di depanku dengan sedikit kesal “huah, aku sebal.!”teriakku di taman yang aku kunjungi ketika aku sebal, “kenapa?”tanya seseorang tiba2 di sisiku dan duduk di sisi ayunan yang sedang ku duduki, “apa oppa tau tentang minwoo dan shinye?”tanyaku lemas “ne, whae?”tanyanya balik “apa mereka mempunyai hubungan special?”tanyaku dengan wajah muram “ne, mereka memang mempunyai hubungan special mereka sudah berpacaran sebulan yang lalu”~JLEB~ kenapa shinye tidak memberitahuku dari dulu saja, kenapa harus namja yang tidak kukenal yang menjelaskannya hatiku sangat sakit, padahal shinye tau bahwa aku mennyukai minwoo, aku mempunyai semua atribut minwoo dan setahuku dia itu menyukai kwangmin bukan minwoo, tapi kenapa dia malah mau menjadi yeoja chingunya minwoo, aku merasakan mataku panas dan hatiku begitu sakit akhirnya aku menangis “hiks~ dasar yeoja gila, kau merebut semuanya dariku, eomma, appa , namja chinguku dan sekarang orang yang kusuka.!!”gumamku pelan dengan kesal. “sudahlah, untuk apa kau menangisi namja itu.?”tanya hyun seong oppa tiba2 “apa kau tidak pernah jatuh cinta?, hatiku begitu sakit saat mendengar berita itu darimu.!”kataku yang masih menangis “tidak pernah.!”kata hyun seong oppa polos “mwo,? Yang benar?”tanyaku memastikan “ne,!”katanya sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.
                #author pov
“minwoo-ya, kapan kita akan membicarakan tentang hubungan kita kepada eonniku.?”tanya shinye pada minwoo saat di caffe “mungkin suatu saat nanti,”kata minwoo dengan tenang, “sekarang sudah sore, kajja kita kerumahku, bukankah kalian mau menginap di rumahku?”tanya shinye dengan nada biasa “ne, kau benar kajja.!”ajak donghyun. “sampai kapan kau akan menangis ?”tanya hyun seong sambil memegang pundak shinji, “sampai aku puas.!”jawab shinji yang masih terus menangis. “lebih baik kita kerumahmu saja, agar kau lebih tenang.!”kata hyun seong yang langsung di benarkan shinji.
                #shinye pov
“akh, aku tidak tau bagaimana reaksi eonni saat nanti aku memberinya kabar tentang hubunganku dengan minwoo, mungkin eonni akan bersikap biasa, eonni kan baik”batinku. “shinye, kami berniat ingin kesana dulu untuk membeli cemilan malam, apa kau setuju?” tanya donghyun oppa padaku “ne, boleh saja.!”jawabku senang.
                #shinji pov
“argh, oppa bantu aku untuk membuang barang2 ini.!”teriakku saat berada di kamarku yang penuh dengan muka minwoo “wooooo..”ucap hyun seong oppa saat berada di kamarku “whae?, buang kardus yang ini, dan juga yang ini, cepat” perintahku sekenanya “ne,!”katanya dengan sigap lalu membawa dua kardus itu bersamaan keluar. “lalu, poster itu tidak kau copot dan buang?”tanya hyun seong oppa sambil menunjuk poster yang berada di dindingku “anio, ini untuk..”ucapanku tergantung dan langsung memanah poster itu dengan anak panah kecil untuk permainan dan langsung menuju dadanya “aww..”ringis hyun seong tiba2. “sudahlah, cepat keluar dari kamarku.!”kataku mengusirnya dan membawa hyun seong oppa ke ruang tengah. “apa aku boleh bertanya sesuatu?”tanya hyun seong oppa setelah duduk di soffa “ne, whae?”tanyaku “maksudmu dari merebut segalanya itu apa?”tanyanya yang membuatku ingin menangis kembali setelah mengingat semua yang terjadi “sebenarnya dulu.. eomma sangat bahagia saat mengetahui akan mendapat seorang anak, aku dan shinye terlahir dengan berbeda beberapa menit, aku dan shinye di lahirkan secara normal dan lancar, aku dalam keadaan sehat, namun shinye keadaannya sangat lemah sehingga dia harus dirawat itensif . Beberapa tahun berlalu, aku dan shinye selalu dibedakan, shinye selalu di manja dan di sayang, namun aku selalu di suruh untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, saat aku dan shinye berumur 12 tahun, shinye mengidap penyakit lemah jantung dan harus segera di operasi, dan eomma lah yang mempertaruhkan nyawanya lagi, eomma meniggal dan shinye pun hidup tanpa penyesalan sedikitpun, 1 tahun kemudian appa ingin terbang kekorea bertujuan untuk menjenguk shinye yang masih terbaring lemah, yang ternyata jantung eomma tidak cocok dengan fisik shinye, namun naas, pesawat appa terjatuh dan apa meninggal, hiks~”jelasku terputus sambil menangis “lalu.. jantung appa di berikan kepada shinye, dan ternyata cocok, setelah itu saat aku dan shinye kelas 1 SMA, aku memiliki pacar pertamaku yang sangat aku cintai, yang ternyata namja itu lebih menyukai shinye dan menjadikannya pacar kedua, yang padahal shinye sudah tau bahwa namja itu adalah pacarku, aku putuskan untuk memutuskannya dan merelakannya dengan shinye, namun shinye juga memutuskannya. Shinye mengenalkanku dengan minwoo dan aku jatuh cinta padanya pada  padangan pertama, yang ternyata minwoo adalah artis yang lumayan terkenal dan tadi aku di ajaknya, aku sangat senang, namun ternyata shinye mempunyai hubungan dengannya, aku sudah cukup sabar selama ini mengahadapi shinye, namun ia tak pernah mau sadar dengan tingkahnyaselama ini. Hiks~”lanjutku yang semakin tambah menangis.
                #hyun seong pov
“huah, aku jadi tidak tega melihatnya manangis.!”batinku “sudah yah, kau jangan menangis lagi.!”kataku menghiburnya sambil memeluk shinji . “ANYEONG..”teriak seseorang di depan pintu yang langsung melihat kami. “hwa, hyung kau apakan shinji, hingga ia menangis?”tanya jeongmin padaku “anio, aku tidak melakukan apapun, aku hanya menghiburnya.!”jawabku seadanya “hyung, kasian kan yeoja ini, apa dia kau nodai?”tanya kwangmin asal sambil memeluk boneka pikachunya “MWO?, anio.. kalian jangan salah sangka..”kataku membela diriku sendiri yang sedang terpojok. “aku,, mau,, ke,, kamar”ucap shinji sesenggukan(?) lalu berjalan ke atas. “biar aku saja.!”ucap shinye saat aku akan mengejar shinji, “oh, ne”kataku lalu berbalik lagi. “baiklah, kalau begitu, kajja kita berpesta”usul donghyun hyung kepada yang lain.
                #shinye pov
“eonni, kenapa?”tanyaku saat berada di kamar eonni, “nan gwenchana.!”kata eonniku “oh, eonni aku mau mengatakan sesuatu padamu.!”kataku padanya yang sedang duduk membelakangiku, “Whae?”tanyanya “sebenarnnya aku berpacaran dengan minwoo, sejak sebulan yang lalu.”kataku dengan bangga namun takut dengan reaksi eonniku “ah, selamat, lebih baik kau kebawah, karena pesta tidurnya akan dimulai, cepat sana.!”suruh eonni padaku sambil menggusurku keluar, “lalu eonni...” “nanti eonni menyusul”kata eonniku sebelum aku menyelesaikan omonganku. “apa hati eonni terluka, sepertinya iya, hatiku juga merasakannya, mianhe eonni..”ucapku pelan di depan pintunya.
                #shinji pov
“huaaaaaaaaaaaaa...”teriakku di dalam bantal, agar tidak terdengar keluar, “hiks,hiks,hiks, kau ini sudah terlambat, namun kau adalah adik kembarku, maka aku masih bisa memaafkanmu, namun itu sangat berat.!”kataku sendiri. “shinji.”panggil seseorang di depan pintuku yang terbuka. “hmm, whae oppa?”tanyaku yang masih menangis “kau ini masih saja menangis, sudahlah..”hibur hyun seong oppa padaku lalu duduk di tepi ranjangku “jika kau menangis seperti ini, kau terlihat jelek, kau kan sudah jelek, nanti malah makin jelek lagi, sudah yah..”hiburnya lagi namun membuat hatiku semakin sakit karena ucapannya “huaaaaa, pantas saja tak ada orang yang menyukaiku, itu semua karena aku jelek..”aku menangis lagi, “aku,aku kan hanya bercanda.”katanya dengan muka melas, namun aku tetap menangis, “kajja, kita keluar, dan lebih baik kau berdandan dulu, jadi kau akan tampil cantik di depan mereka semua, walaupun kau hanya memakai baju tidur biasa.”katanya yang membuatku terhibur sekarang, “ne..”jawabku lemah lalu mencoba berdiri, namun pandanganku buram dan aku tak ingat apa2lagi.
                #hyun seong pov
~BRUK~ “Yak!, kau kenapa, anio, jangan pingsan, kajja bangun..”kataku panik, karena aku tak tau harus bagaimana, jadi aku putuskan untuk membawanya kerumah sakit, namun tanpa sepengetahuan mereka. “hyung, aku pinjam mobilnya donk..”teriakku dari lantai 2 “kau mau kemana?”tanya hyungku “aku, mau membawa shinji jalan2, karena dia sedang sedih saat ini.”kataku sambil menggendong shinji . “yak, shinji-ah bangun, bangun..”perintahku saat di mobil, namun ia tak mau bergeming sedikitpun . “akh, lama sekali.!”gumamku, ~kring,kring,kring,kring~suara telefonku berbunyi “yeoboseo..”sapaku “hmm.. aku sedang jalan2... ne aku tak akan lama2, ne anyeong..”percakapanku di telefon. “bagaimana keadaan shinji dokter?”tanya ku khawatir, “tadinya aku kira, dia hanya lelah setelah menangis berjam – jam namun ternyata ia mengidap penyakit ringan, yang jika tidak di rawat dengan baik maka ia akan mati*aduh author gk tau nih harus ambil penyakit apa’.’vpeace.. * jika dia tiba2 kecapean, bisa kapan saja dia meninggal” kata dokter itu yang membuatku cemas. “omo.. aku harus bagaimana,,”ucapku, ternyata shinji saat itu juga sudah boleh pulang dengan obat2 yang sudah kutebus. “shinji-ah, gwenchana?,”tanyaku saat berada di mobil “nan gwenchana oppa, gomawo..”ucapnya lemah.@ shinji and shinye home “hyunseong, kau lama sekali berjalan – jalannya..!”kata donghyun oppa “mianhe hyung, aku mau mengantar shinji dulu kekamarnya sebentar”kataku yang sedang menggendong sinji ala bridel style. “tunggu disini, aku mau membuatkanmu sesuatu, dan ingat kau jangan bergerak terlalu banyak”perhatianku “ne, araso.”katanya.
                #shinji pov
“ash, sakit sekali..”batinku sambil memegang perutku “sebenarnya aku ini sakit apa?”tanyaku sendiri yang sedang menunggu hyun seong oppa. “hpku?, minumku?, diaryku?”semua kutanyakan karena semua terletak berjauhan, dan kata hyun seong oppa aku tidak boleh banyak bergerak, maka aku tidak jadi mengambilnya.
                #hyun seong pov
“dia pasti kelaparan, dan kata dokter makan bubur itu lebih baik”gumamku di dapur, “hey, oppa memangnya eonni kenapa?, dia sakit?”tanya shinye “ne, dia sakit.”jawabku singkat sambil terus mengaduk bubur itu. “sakit apa?”tanyanya lagi “liver, jika ia terlalu cape dan terlalu banyak gerak, ia akan mati.!”kataku sejujurnya. “MWO?, eonni..”ucap shinye kaget “aku ..” “kau jangan kesana, bersenang – senanglah dulu bersama member boy friend yang lainnya, aku takut ia menangis melihatmu.”kataku menyekat omongannya. “gomawo, oppa sudah mau merawat eon tersayangku”katanya lalu membungkukan badannya dan kembali ke alamnya*ralat* kembali ke ruang tengah. “shinji – ah.. ini untukmu..”teriakku di pintu sambil membawa semangkuk bubur. “gomawo oppa”katanya lalu berusaha untuk duduk.
                #shinye pov
“eomma sudah ku kabari, sekarang aku harus membereskan rumah.”kataku semangat di ruang makan. Beberapa menit kemudian “huah, ternyata ini sangat melelahkan.!”keluhku, “bolehku bantu?”tanya seseorang di sampingku “mwo,? Yang benar?”tanyaku tak percaya bahwa kwangmin mau membantuku, mereka sedang menjenguk eonniku jadi semua berkumpul di sini. “ne, kajja kita bereskan bersama”ajak kwangmin padaku “kwangmin sangat perhatian padaku, padahal seharusnya minwoo yang seperti ini.”batinku sebal. “aku mau mencuci piring, kau yang mengepel” perintahku “ne,!”jawabnya. “huah, melelahkan, ini kwangmin minumlah dulu”tawarku “ne, gomawo..”katanya lalu meneguk minuman itu sampai habis.
                #kwangmin pov
Setelah aku membantu shinye, kami hanya duduk di soffa yang empuk dalam kesunyian, tiba2 shinye bersandar di bahuku yang ternyata ia sedang tertidur, lama kelamaan aku juga ikut tertidur dengan keadaan saling menyender.
                #hyun seong pov
“hyung, kita masih punya waktu liburan selama 2 bulan kan?”tanyaku pada hyungku “ne, whae?”tanya hyungku “anio, aku hanya bertanya”jawabku singkat “shinji, apa kau melihat shinye?”tanya minwoo pada shinji “mm..”jawabnya sambil menggelengkan kepalanya. “shinji-ah kami mau pulang, jaga dirimu baik2 dan semoga cepat sembuh.”kata donghyun hyung kepada shinji “ne..”jawabnya lemah. Lalu mereka pergi dari kamar shinji.
                #minwoo pov
“aneh, kwangmin dan shinye tidak ada.!”batinku saat menuruni tangga, “SHINYE!” teriakku tidak sadar karena aku syok melihat shinye sedang tidur berdua dengan kwangmin.
                #shinye pov
“SHINYE!” teriak seseorang mengagetkanku yang sedang tertidur. “hmm?”tanyaku malas “kau sedang apa?”tanyanya dengan nada marah “aku sedang tidur.!”jawabku lemah “dengan siapa?”tanyanya lagi. “kwangmin”jawabku santai, “mianhe oppa, aku tidak sadar..”aku meminta maaf sambil memelas di depannya “ne, chagia..”kata minwoo sambil mengacak rambutku. “kwangmin, kajja kita pulang.”ajak minwoo pada kwangmin “ne,”jawab kwangmin lalu pergi begitu saja, begitu juga dngan minwoo, namun dari tadi aku tidak melihat hyun seong oppa. “lebih baik aku keatas.”gumamku. “eonni.. bagaimana keadaanmu?”tanyaku saat berada di kamar eonni “sudah lebih baik, mungkin aku akan segera sembuh!”katanya sambil tersenyum “oh, eonni eomma titip salam padamu, katanya ia tak bisa menjengukmu karena terlalu sibuk, begitu pula dengan appa.”kataku menyampaikan, “oh, ne “jawab eonni singkat.
                #shinji pov
Sudah 1 bulan kurang aku tidak melakukan aktifitas berat yang selalu di temani oleh hyun seong oppa setiap hari, aku sangat senang karena masih ada yang peduli padaku, ia merawatku sampai aku sembuh, namun “kemana eommaku?, kenapa ia tidak menjengukku?, ah mungkin mereka sedang sibuk”hanya itu yang kufikirkan setiap hari, namun aku tidak pernah berfikir yang buruk kepada eommaku yang ke 2 ini. “oppa, gomawo sudah merawatku sampai aku sembuh dalam sebulan ini,!”kataku di tengah kesunyian “ne, aku.. hanya ingin menolongmu.!”katanya yang membuatku senang.
                #hyun seong pov
“ah sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu karena kau terlalu baik kepada semua orang, kamu itu unik,”batinku. “sepertinya shinye akan terbiasa.!”kataku membuka percakapan “mungkin.!”jawabnya singkat. “andaikan aku bisa ketempat romantis lalu melihat matahari tenggelam bersama shinji, aku sangat snang.”batinku. “hey, nanti aku akan mengajakmu kesuatu tempat.!”ucap shinji tiba2 yang membuyarkan lamunanku. “oh ne, gomawo.”jawabku singkat.
                #shinye pov
“huah, minwoo mau ke rumahku hari ini, berarti aku harus cantik”batinku senang. 1 jam kemudian “ah, oppa kajja masuk”tawarku “tidak usah, aku hanya mau bilang.. lebih baik kita putus hari ini juga!”katanya yang membuat hatiku hancur lebur, hubunganku dengannya sudah 2 bulan, namun sia – sia begitu saja. “oh, ok”jawabku singkat lalu menutup pintu dengan sekuat tenaga yang kubisa hinggaa menimbulkan suara yang keras.
                #minwoo pov
“oh, OK”hanya itu yang ia jawab lalu menutup pintunya dengan keras. “ash, mian shinye – ah. Aku memacarimu hanya untuk mempermainkanmu saja, aku tidak mau kau terluka lebih dalam lagi.”gumamku di depan pintu shinye.
                #hyun seong pov
^BRUK^ suara pintu yang di tutup dengan keras membuatku dan shinji syok, lalu kami berdua memutuskan untuk turun dan melihat keadaan. “Shinye –ah, gwenchana?”tanya shinji khawatir melihat adik kembarnya menangis sambil memeluk lututnya di belakang pintu. “kau kenapa?”tanya shinji lembut sambil memeluk shinye “aku,,,aku,,,di,,putuskan,, hiks,,oleh,,hiks minwoo,,”katanya terbata sambil menangis. “sudahlah shiye.. jangan menangisi minwoo, karena itu tidak berguna.!”aku menghiburnya. “tapi...”jawabnya tak selesai lalu pergi keluar rumah sambil berlari.
                #shinye pov
“hyun seong oppa hanya menggampangkan, apa dia tidak pernah meraskan jatuh cinta?, ini rasanya sangat sakit”gumamku sendiri yang masih menangis di taman “memang kau kenapa?, setahuku hyun seong hyung memang tidak pernah jatuh cinta.!”ucap seseorang di sampingku “kwangmin.?”syokku karena dia selalu ada di saat aku sulit. “mm, aku diputuskan oleh minwoo dengan gampangnya..”curhatku yang masih menangis “mwo?, jinjayo?”tanyanya “ne, tapi aku pasti bisa melupakannya.”tegasku “pasti, kau pasti bisa karena kau bukan yeoja lemah.”kata kwangmin menyemangatiku. “hm J”aku hanya tersenyum padanya. “kwa..eh?”saat aku akan memanggil kwangmin namun ternyata kwangmin menghilang, padahal aku hanya memalingkan wajahku sebentar. “hah, aku sendiri lagi, hiks.!”gumamku yang kembali menangis. Langit mendung menambah suasana hatiku, aku sebal hari ini, sangat sebal.
                #shinji pov
“oppa, shinye belum pulang juga, bagaimana ini..?”tanya ku panik “kau benar, suasana pun sudah mulai gelap, tertanda akan turun hujan.!”jawab hyun seong oppa ^brussss^ hujan turun dengan lebatnya membuatku semakin cemas dengan keadaan shinye sekarang, “oppa..”panggilku risih “ash, apa aku harus..”sebelum hyun seong oppa menyelesaikan omongannya ternyata shinye sudah datang dengan keadan basah kuyup dan bermuka pucat, sangat pucat. “shinye – ah, kajja cepat masuk, cepat ganti bajumu, cepat.”suruhku sambil mendorongnya pelan kekamar. “shinye – ah, badanmu panas sekali, kajja kita kerumah sakit,!”ajakku padanya yang bersuhu tinggi “anio, tidak usah eonni, aku tak apa.!”jawabnya lemah, “jeng – jeng.. ini bubur buatanku untuk shinye..”tiba  - tiba muncul hyun seong sambil membawa bubur untuk shinye, “gomawo oppa”kata shinye lemah, “biar eonni yang menyuapimu.!”kataku “anio, tidak usah eonni, aku bisa makan sendiri.”katanya.”oppa, apa kau hanya bisa memasak bubur?”tanyaku di luar kamar shinye “ani, aku bisa masak semuanya, asal ada bahannya saja.”jawab hyun seong oppa santai. “shinji..”panggil seseorang di depan pintu, “eomma..”teriakku histeris dan berlari ingin memeluknya, namun eomma malah berlari ke tangga menuju ke kamar shinye, “eomma..”ucapku lemah, hatiku sakit saat eomma tidak mau memelukku, dia lebih mementingkan shinye dari pada aku. “shinji, gwenchana?”tanya hyun seong oppa padaku, “ne oppa”jawabku berbohong.
                #shinye pov
“hss, sepi.”gumamku sendiri di kamar, “shinye ah, bagaimana keadaanmu?”tanya seseorang di pintu kamarku yang ternyata adalah eomma, “eomma...”panggilku histeris, “bagaimana keadaanmu sekarang?, eomma mengetahui keadaanmu dari shinji dan eomma langsung terbang kekorea untukmu walaupun eomma sedang sibuk,” kata eomma sambil memegang dahi ku dengan punggung tangannya, “tapi, aku tak apa eomma, aku hanya demam biasa.”kataku memberitahu keadaan ku yang sebenarnya, “tapi tetap saja kau sakit, eomma harus merawatmu sampai kau sembuh.”kata eomma padaku, kulihat eonni sedang berada di pintu dengan hyun seong oppa dengan raut muka senang yang di paksakan, “tak usah eomma, eomma kerja saja, kan masih ada eonni yang mau merawatku..”kataku, aku takut eonniku marah padaku, jadi aku harus bisa agar eomma tidak mau merawatku.
                #shinji pov
`jleb` hatiku sakit, saat eomma akan merawat shinye sampai sembuh, sedangkan aku, saat aku sakit parah, eomma tidak mau menjengukku sama sekali, aku sudah tak kuat lagi, serasa mataku panas, aku mencoba menahan tangisku namun aku tak bisa,aku menangis , lalu berlari keluar rumah.
                #hyun seong pov
“shinji – ah”panggilku saat melihat shin ji berlari. “huah, cepat sekali kau berlari.!”keluhku saat shinji sudah berhenti di suatu tempat, “GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” shinji teriak seenaknya yang membuat telingaku sakit, “yak, telingaku..”ringisku sambil menutupi telingaku, “hwaaaaaaaaa..”sekarang shinji malah menangis dengan keras, “
                #shinji pov
Aku berteriak dan menangis sekeras mungkin,  “kenapa selalu shinye..”teriakku lagi, “sudahlah, mungkin ini yang terbaik untukmu.”hibur hyun seong oppa padaku.
                #hyun seong pov
“sudahlah, mungkin ini yang terbaik untukmu”hiburku padanya, tiba – tiba shinye memelukku dan menangis di pelukanku hingga bajuku basah oleh air matanya dan ingusnya(?). “shinji – ah, saranghaeo.!”ungkapku padanya “hah?”shinji melepaskan pelukannya “aku berjanji akan menjagamu, memberikan perhatianku, dan selalu menyayangimu.”janjiku padanya namun ia hanya terdiam dengan masih menangis.
                #shinji pov
“hiks, gomawo oppa, nado saranghaeo oppa”jawabku yang sebenarnya, aku memeluknya lagi. “sudahlah, jangan menangis lagi shinji” hibur hyun seong oppa padaku, “aku menangis bahagia pabo.!”kataku sambil memukul hyun seong oppa pelan. “kajja kita pulang.!”ajak hyun seong oppa padaku, “ne kajja”jawabku.
                #shinye pov
“shinye, eomma mau kebawah untuk memasak”izin eommaku “ne eomma”jawabku santai. “shinye aku pulang”teriak seseorang di lantai dasar, “eonni”gumamku. “shinye,”panggil seorang namja padaku “ne, oppa?”tanyaku “ani”jawabnya singkat “aih?”kataku. “shinyee.. makanan datang..”ucap eomma padaku “yee,, eomma masak buat eonni juga tidak?”tanyaku, “ani, eomma lupa, eomma hanya masak untukmu.!”jawab eommaku “mwo?, eomma.. mungkin eomma juga lapar..”kataku “dia kan sedang sehat jadi bisa cari makan sendiri..”kata eomma santai “kalau eonni tidak makan masakan eomma, aku juga tidak akan makan.!”tegasku “shinye, nanti kau tak akan sembuh”kata eommaku “tapi kalau eonni tidak makan, aku juga tidak akan.”aku terus ngotot. “sudahlah shinye, makan saja masakan eomma, eon sudah makan koq.”kata eonni tiba2 di luar kamarku “aku tau eonni bohong”kataku tak percaya “tanya saja pada hyun seong oppa”katanya lalu berlalu pergi.
                #hyun seong pov
“chagi – ah.!”panggil – panggilku di seluruh penjuru rumah shinji, “shinji..”panggilku lagi, namun ia tetap tidak mau menyaut. “YAK, shinji jangan bunuh diri.”teriakku di balkon rumahnya, “siapa yang mau bunuh diri sih oppa?”tanyanya “aku kira yeoja chinguku ini mau bunuh diri karena masalah tadi”kataku sangat malu. @kitchen“sudahlah, oppa lebih baik oppa berlibur dengan teman2 oppa itu, sebelum oppa kembali bekerja”kata shinji santai, “selama aku masih ada waku bersamamu, aku akan terus bersamamu.”kataku gombal “kau menangis lagi, gwenchana shinji  ah?”lanjutku melihat shinji mengeluarkan air matanya lagi“aku tak apa pabo, lebih baik kau bantu aku, potong bawang ini, aku akan menyiapkan yang lainnya.”katanya dengan mata yang masih berair. “memang kau mau masak apa?”tanyaku “masak sesuatu untuk shinye”jawabnya.  “huah, akhirnya sup ini sudah jadi oppa..”katanya senang “kajja kita ke kamar shinye”ajakku.
                #shinye pov
“shinye-ah, eonni bawa sup kesukaanmu..”ucap eonni tiba2 “gomawo eonni”kataku beranjak untuk duduk “mungkin dengan ini kau akan sembuh”kata eonniku sambil menyuapiku “gyaa, eonni makanan ini sangat enak”kataku memujinya karena eonniku memang jago memasak “gomawo shinye ah”kata eonniku sambil tersenyum “shinye.!”panggil seseorang di ambang pintu “kwangmin-ah”panggilku juga dengan senang “ini untukmu!”kata kwangmin sambil menyerahkan bunga yang sangat indah dan wangi. “hwa, gomawo kwangmin”kataku lalu memeluknya.
                #kwangmin pov
Hari ini aku berencana akan menjenguk shinye yang sedang sakit, dengan membawakan bunga yang indah. “hwa gomawo kwangmin-ah”kata shinye setelah aku memberikan bunga itu lalu memelukku yang membuatku kaget, aku senang bisa di peluk oleh shinye saat ini. “oh, gomawo kwangmin, selama ini selalu ada untukku”kata shinye riang lalu melepaskan pelukannya. “ne, apa sih yang tidak untukmu shinye” kataku ngegombal.
                #shinji pov
“huah, hari ini adalah hari terakhir hyunseong oppa libur, aku harus menemuinya”gumamku saat bangun tidur. “eomma, aku mau menemui hyunseong oppa, mungkin aku pulang agak malam”kataku meminta izin “yasudah,cepat sana pergi” kata eommaku yang sepertinya mengusirku, “hah, aku bermain dari pagi sampai besokpun takakan eomma pedulikan, jadi untuk apa aku meminta izin”gumamku di tangga. “oppa..”panggilku saat berada di taman kesukaan ku dan hyun seong oppa. “shinji, mianhe aku tidak akan memberikan perhatian yang seperti biasanya lagi nanti, karena aku pasti sangat sibuk”hyun seong oppa membuka percakapan “ne oppa, tak apa, karena aku sudah cukup bahagia ada yang memperhatikanku dan menyayangiku di dunia ini”kataku senang. Kami hanya bercanda riang di taman ini, menghabiskan waktu berdua di taman ini. “Saranghaeo shinji”ucap hyun seong tiba2 lalu memelukku “nado saranghaeo oppa”kataku juga.
                #shinye pov
“eomma, kenapa eomma tidak mengingatkan eonni untuk tidak pulang malam, kenapa eomma malah mengusirnya?”tanyaku dengan nada tinggi “untuk apa?, dia itu hanya membuatmu menderit kan” kata eommaku yang membuatku sebal “tapi eomma, dia itu eonniku, kembaranku,”kataku emosi “sudahlah shinye, eomma yakin eonnimu itu tidak akan kenapa2”kata eommaku santai. “tapi eomma ini sudah keterlaluan, eomma membedakan kasih sayang eomma antara aku dan shinji eonni”kataku “eomma menyayangi kalian berdua dengan adil koq”kata eomma, namun aku melihat kebohongan dimata eomma “kalau begitu, saat eonni sakit parah kenapa eomma tidak datang dan merawat eonni?, sedangkan aku hanya sakit demam, eomma menjengukku, merawatku sampai aku sembuh sekarang ini”kataku semakin emosi “tapi saat itu eomma sedang sibuk shinye”kata eomma alasan “tapi eomma, akh eomma aku kasian kepada shinji eonni, ia,,ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seseorang yang juga ia sayangi, apa eomma tidak menyadarinya,? Dari eomma kandungku masih hidup, eonni selalu di acuhkan, dan sekarang ia juga terus di acuhkan, padahal saat aku masih sekamar dengan eonni, ia selalu berdo’a setiap hari agar suatu saat nanti ada seseorang yang peduli padanya, namun ku perhatikan, tidak ada yang menyayanginya, tak ada yang peduli padanya, aku,, aku,, lebih baik tidak hidup di dunia ini, kalau eonni menderita karena diriku sendiri, lebih baik aku mati saja”kataku dengan berlinang air mata.
                #shinji pov
“hari yang menyenangkan oppa, semoga besok oppa sukses”kataku menyemangati hyun seong oppa di depan rumahku, “ne chagia.”kata hyun seong oppa yang mengikutiku masuk ke rumahku. “shinji, kenapa kau pulang malam?”tanya eomma padaku “memangnya kenapa huh?, lagipula eomma kan tidak peduli padaku, eomma hanya peduli pada shinye, eomma tidak pernah menyayangiku, aku hanya anak pungut yang butuh belas kasihan orang lain.”kataku sambil menangis karena sudah tak tahan lagi, “ani, eomma juga menyayangimu, sebagaimana kalian adalah anak kandung eomma”kata eomma yang membuatku terharu, “hah?”aku hanya bengong karena aku dipeluk eommaku sendiri, “eomma..”ucapku lirih “gomawo eomma”lanjutku. “shinji, lebih baik aku pulang saja”kata hyun seong oppa tiba2 di ambang pintu “ah, ne oppa, semoga besok kau sukses”kataku menyemangatinya lagi.
                #Hyun Seong Pov
“sangat mengharukan sekali”gumamku , “anyeong shinji, eomma, shinye”ucapku terakhir kalinya lalu beranjak pergi. “oppa, jangan lupakan aku”kata shinji tiba2 memelukku dari belakang “aku tidak akan melupakanmu”jawabku lalu bergegas pergi secepat mungkin tanpa berbalik kearah shinji, karena aku tak tahan melihat air mata shinji yang begitu berharga bagiku.
                #author pov
Keluarga yang bahagia ini sekarang sudah di penuhi oleh kasih sayang yang amat sangat besar, shinji amat sangat bangga karena mempunyai pacar seorang personel boyband yang terkenal, begitu juga dengan shinye, shinye juga merasakan hal yang sama dengan eonninya. “shinye, eomma, appa, bagaimana jika kita berlibur kepantai”usul shinji pada keluarga barunya “ne, kajja”ucap serentak keluarga bahagia itu. “apa eonni senang?”tanya shinye kepada shinji yang sedang meminum juicenya “ne, aku sangat senang, bagaimana denganmu?”tanya shinji balik “asal eonni bahagia, aku juga bahagia”kata shinye yang membuat shinji terharu lalu memeluk shinye. “gomawo shinye, sudah menyatukan kita sebagai keluarga yang utuh dan penuh dengan keadilan” kata shinji di tengah kesunyian “ne, eonni”kata shinye.

END

#gyahahaa, author bener2 gaje yah bikin ff ini, awalnya gaje, tengahnya gaje, akhirnya juga gaje, GOMAWO buat readers yang mau baca ff author  yang super duper gaje ini :D. Sekali lagi GOMAWO *bow 90o