Nama author : ilmii dina prianti
Genre :sad *mungkin
Main
cast : park shinji _ park
shinye_ member boy friend
Other
cast : eomma, appa(?)
Rating : G
Lenght : entah lah author pun tak
tahu
Sebelumnya author ucapkan
trimakasih untuk para readers yang mau membaca ff gaje bikinan author ini, dan
tanpa basa basi lagi silahkan baca .. *bow 90o
ALL FOR MY TWINS
#shinji pov
Inilah konsekuensi hidup bersama yeoja pabo ini, dia selalu menyuruhku
untuk ini dan itu, semua pekerjaan rumah tangga aku yang mengerjakan, tapi aku harus
sabar, karena dia adalah kembaranku. “shinji..!”panggil shinye manja sambil
memelukku dari belakang “whae, kau tak lihat, aku kan sedang membersihkan
rumah, !?”kataku pada shinye “ne, aku melihat, aku hanya mau minta uang padamu
karena aku akan jalan bareng kwangmin..!”rengeknya yang membuatku jijik “nih,
jangan lama2.”kataku yang masih dengan tabah memberikan uang jajan yang di
berikan eomma dan appa angkatku sebulan sekali, “yeeeeee, gomawo eonni, oh kau
juga di undang oleh minwoo oppa !”kata shinye, “mwo?, akh ne aku akan ke sana,
nanti aku menyusul, di caffe biasakan ?”tanyaku pada shinye “ne, aku duluan
eonni, jangan lama2.!”kata shinye sambil berlalu pergi.
#author pov
“apa aku sudah cantik ?”tanya shinji di depan kaca, “mungkin begini
cukup, sekarang juga aku harus pergi secepat mungkin.!”gumamnya sendiri.
@perjalanan “hmm, senangnya hatiku bisa bertemu minwoo di tengah kesibukannya
yang padat itu.”batin shinji. “anyeonghaseo..!”sapa shinji ramah kepada semua
member boyfriend “anyeong.”balas mereka bersamaan.
#hyun seong pov
“cih, dia kembarannya shinye?, mereka tak mirip.!”bisikku kepada
youngmin “ne, kau benar, juga masih lebih cantik shinye, namun apa dia lebih
manja dari shinye?”tanya youngmin juga berbisik. “eonni, mereka bilang mereka
ingin menginap di rumah kita, apa eonni izinkan ?”tanya shinye setelah diskusi
kami tadi. “tentu saja boleh.”jawab shinji enteng “yeeee...”teriak member boy
friend terkecuali aku, aku hanya membaca bukuku.
#shinji pov
“kau mau makan apa?”tanya minwoo padaku “aku?”tanyaku sambil menunjuk
diriku sendiri “ya kau.!”katanya sambil tersenyum “hmm, sepertinya tidak usah,
aku sudah makan dirumah.!”kataku menolak karena aku memang tidak mau makan di
caffe “minwoo-ya aku boleh memesan ice cream kan ?”tanya shinye manja “ne,
pesan 2 yah.!”kata minwoo memperbolehkannya yang langsung di laksanakan oleh
shinye. 3 jam berlalu mereka hanya mengobrol gk karuan sambil sesekali memakan
cemilan, namun aku hanya bisa terdiam karena belum akrab dengan mereka, tidak
seperti adik kembarku yang cepat akrab dengan orang karena dia begitu polos. “aku,
akan pulang duluan, karena masih ada tugas yang harus ku kerjakan.”kataku
menyudahi lalu menunduk 90o kepada semuanya “gomawo, anyeong”ucapku
terakhir kali lalu berjalan menjauh.
#hyun seong pov
“aku, akan pulang duluan, karena masih ada tugas yang harus ku
kerjakan”ucap seseorang di tengah pembicaraan para member boy friend yang juga
terkecuali aku yang sedang membaca buku. “gomawo, anyeong”kata shinji lalu
berjalan menjauh. “hey, diakan seorang yeoja, jangan dibiarkan sendirikan,
siapa yang mau mengantar,?”tanya donghyun namun tidak ada yang menanggapinya
“minwoo-ya cepat antar shinji pulang.!”suruh donghyun pada minwoo. “anio, aku
kan ingin bersama yeoja chinguku dulu sebentar lagi, ia kan shinye?”tanya
minwoo pada shinye. “kalau begitu aku saja, anyeong. Oh hyung mungkin aku akan
pulang besok pagi.!”kataku izin pada donghyun hyung dan berlalu pergi.
#shinji pov
~trak,trak~ aku hanya menendang – nendang batu yang ada di depanku
dengan sedikit kesal “huah, aku sebal.!”teriakku di taman yang aku kunjungi
ketika aku sebal, “kenapa?”tanya seseorang tiba2 di sisiku dan duduk di sisi
ayunan yang sedang ku duduki, “apa oppa tau tentang minwoo dan shinye?”tanyaku
lemas “ne, whae?”tanyanya balik “apa mereka mempunyai hubungan special?”tanyaku
dengan wajah muram “ne, mereka memang mempunyai hubungan special mereka sudah
berpacaran sebulan yang lalu”~JLEB~ kenapa shinye tidak memberitahuku dari dulu
saja, kenapa harus namja yang tidak kukenal yang menjelaskannya hatiku sangat
sakit, padahal shinye tau bahwa aku mennyukai minwoo, aku mempunyai semua
atribut minwoo dan setahuku dia itu menyukai kwangmin bukan minwoo, tapi kenapa
dia malah mau menjadi yeoja chingunya minwoo, aku merasakan mataku panas dan hatiku
begitu sakit akhirnya aku menangis “hiks~ dasar yeoja gila, kau merebut
semuanya dariku, eomma, appa , namja chinguku dan sekarang orang yang
kusuka.!!”gumamku pelan dengan kesal. “sudahlah, untuk apa kau menangisi namja
itu.?”tanya hyun seong oppa tiba2 “apa kau tidak pernah jatuh cinta?, hatiku
begitu sakit saat mendengar berita itu darimu.!”kataku yang masih menangis
“tidak pernah.!”kata hyun seong oppa polos “mwo,? Yang benar?”tanyaku
memastikan “ne,!”katanya sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.
#author pov
“minwoo-ya, kapan kita akan membicarakan tentang hubungan kita kepada
eonniku.?”tanya shinye pada minwoo saat di caffe “mungkin suatu saat
nanti,”kata minwoo dengan tenang, “sekarang sudah sore, kajja kita kerumahku,
bukankah kalian mau menginap di rumahku?”tanya shinye dengan nada biasa “ne,
kau benar kajja.!”ajak donghyun. “sampai kapan kau akan menangis ?”tanya hyun
seong sambil memegang pundak shinji, “sampai aku puas.!”jawab shinji yang masih
terus menangis. “lebih baik kita kerumahmu saja, agar kau lebih tenang.!”kata
hyun seong yang langsung di benarkan shinji.
#shinye pov
“akh, aku tidak tau bagaimana reaksi eonni saat nanti aku memberinya
kabar tentang hubunganku dengan minwoo, mungkin eonni akan bersikap biasa,
eonni kan baik”batinku. “shinye, kami berniat ingin kesana dulu untuk membeli
cemilan malam, apa kau setuju?” tanya donghyun oppa padaku “ne, boleh
saja.!”jawabku senang.
#shinji pov
“argh, oppa bantu aku untuk membuang barang2 ini.!”teriakku saat
berada di kamarku yang penuh dengan muka minwoo “wooooo..”ucap hyun seong oppa
saat berada di kamarku “whae?, buang kardus yang ini, dan juga yang ini, cepat”
perintahku sekenanya “ne,!”katanya dengan sigap lalu membawa dua kardus itu
bersamaan keluar. “lalu, poster itu tidak kau copot dan buang?”tanya hyun seong
oppa sambil menunjuk poster yang berada di dindingku “anio, ini
untuk..”ucapanku tergantung dan langsung memanah poster itu dengan anak panah
kecil untuk permainan dan langsung menuju dadanya “aww..”ringis hyun seong tiba2.
“sudahlah, cepat keluar dari kamarku.!”kataku mengusirnya dan membawa hyun
seong oppa ke ruang tengah. “apa aku boleh bertanya sesuatu?”tanya hyun seong
oppa setelah duduk di soffa “ne, whae?”tanyaku “maksudmu dari merebut segalanya
itu apa?”tanyanya yang membuatku ingin menangis kembali setelah mengingat semua
yang terjadi “sebenarnya dulu.. eomma sangat bahagia saat mengetahui akan
mendapat seorang anak, aku dan shinye terlahir dengan berbeda beberapa menit,
aku dan shinye di lahirkan secara normal dan lancar, aku dalam keadaan sehat,
namun shinye keadaannya sangat lemah sehingga dia harus dirawat itensif .
Beberapa tahun berlalu, aku dan shinye selalu dibedakan, shinye selalu di manja
dan di sayang, namun aku selalu di suruh untuk mengerjakan pekerjaan rumah
tangga, saat aku dan shinye berumur 12 tahun, shinye mengidap penyakit lemah
jantung dan harus segera di operasi, dan eomma lah yang mempertaruhkan nyawanya
lagi, eomma meniggal dan shinye pun hidup tanpa penyesalan sedikitpun, 1 tahun
kemudian appa ingin terbang kekorea bertujuan untuk menjenguk shinye yang masih
terbaring lemah, yang ternyata jantung eomma tidak cocok dengan fisik shinye,
namun naas, pesawat appa terjatuh dan apa meninggal, hiks~”jelasku terputus
sambil menangis “lalu.. jantung appa di berikan kepada shinye, dan ternyata
cocok, setelah itu saat aku dan shinye kelas 1 SMA, aku memiliki pacar
pertamaku yang sangat aku cintai, yang ternyata namja itu lebih menyukai shinye
dan menjadikannya pacar kedua, yang padahal shinye sudah tau bahwa namja itu
adalah pacarku, aku putuskan untuk memutuskannya dan merelakannya dengan
shinye, namun shinye juga memutuskannya. Shinye mengenalkanku dengan minwoo dan
aku jatuh cinta padanya pada padangan
pertama, yang ternyata minwoo adalah artis yang lumayan terkenal dan tadi aku
di ajaknya, aku sangat senang, namun ternyata shinye mempunyai hubungan
dengannya, aku sudah cukup sabar selama ini mengahadapi shinye, namun ia tak
pernah mau sadar dengan tingkahnyaselama ini. Hiks~”lanjutku yang semakin tambah
menangis.
#hyun seong pov
“huah, aku jadi tidak tega melihatnya manangis.!”batinku “sudah yah,
kau jangan menangis lagi.!”kataku menghiburnya sambil memeluk shinji .
“ANYEONG..”teriak seseorang di depan pintu yang langsung melihat kami. “hwa,
hyung kau apakan shinji, hingga ia menangis?”tanya jeongmin padaku “anio, aku
tidak melakukan apapun, aku hanya menghiburnya.!”jawabku seadanya “hyung,
kasian kan yeoja ini, apa dia kau nodai?”tanya kwangmin asal sambil memeluk
boneka pikachunya “MWO?, anio.. kalian jangan salah sangka..”kataku membela
diriku sendiri yang sedang terpojok. “aku,, mau,, ke,, kamar”ucap shinji
sesenggukan(?) lalu berjalan ke atas. “biar aku saja.!”ucap shinye saat aku
akan mengejar shinji, “oh, ne”kataku lalu berbalik lagi. “baiklah, kalau
begitu, kajja kita berpesta”usul donghyun hyung kepada yang lain.
#shinye pov
“eonni, kenapa?”tanyaku saat berada di kamar eonni, “nan
gwenchana.!”kata eonniku “oh, eonni aku mau mengatakan sesuatu padamu.!”kataku
padanya yang sedang duduk membelakangiku, “Whae?”tanyanya “sebenarnnya aku
berpacaran dengan minwoo, sejak sebulan yang lalu.”kataku dengan bangga namun
takut dengan reaksi eonniku “ah, selamat, lebih baik kau kebawah, karena pesta
tidurnya akan dimulai, cepat sana.!”suruh eonni padaku sambil menggusurku
keluar, “lalu eonni...” “nanti eonni menyusul”kata eonniku sebelum aku
menyelesaikan omonganku. “apa hati eonni terluka, sepertinya iya, hatiku juga
merasakannya, mianhe eonni..”ucapku pelan di depan pintunya.
#shinji pov
“huaaaaaaaaaaaaa...”teriakku di dalam bantal, agar tidak terdengar
keluar, “hiks,hiks,hiks, kau ini sudah terlambat, namun kau adalah adik
kembarku, maka aku masih bisa memaafkanmu, namun itu sangat berat.!”kataku
sendiri. “shinji.”panggil seseorang di depan pintuku yang terbuka. “hmm, whae
oppa?”tanyaku yang masih menangis “kau ini masih saja menangis,
sudahlah..”hibur hyun seong oppa padaku lalu duduk di tepi ranjangku “jika kau
menangis seperti ini, kau terlihat jelek, kau kan sudah jelek, nanti malah
makin jelek lagi, sudah yah..”hiburnya lagi namun membuat hatiku semakin sakit
karena ucapannya “huaaaaa, pantas saja tak ada orang yang menyukaiku, itu semua
karena aku jelek..”aku menangis lagi, “aku,aku kan hanya bercanda.”katanya
dengan muka melas, namun aku tetap menangis, “kajja, kita keluar, dan lebih
baik kau berdandan dulu, jadi kau akan tampil cantik di depan mereka semua,
walaupun kau hanya memakai baju tidur biasa.”katanya yang membuatku terhibur
sekarang, “ne..”jawabku lemah lalu mencoba berdiri, namun pandanganku buram dan
aku tak ingat apa2lagi.
#hyun seong pov
~BRUK~ “Yak!, kau kenapa, anio, jangan pingsan, kajja bangun..”kataku
panik, karena aku tak tau harus bagaimana, jadi aku putuskan untuk membawanya
kerumah sakit, namun tanpa sepengetahuan mereka. “hyung, aku pinjam mobilnya
donk..”teriakku dari lantai 2 “kau mau kemana?”tanya hyungku “aku, mau membawa
shinji jalan2, karena dia sedang sedih saat ini.”kataku sambil menggendong
shinji . “yak, shinji-ah bangun, bangun..”perintahku saat di mobil, namun ia tak
mau bergeming sedikitpun . “akh, lama sekali.!”gumamku,
~kring,kring,kring,kring~suara telefonku berbunyi “yeoboseo..”sapaku “hmm.. aku
sedang jalan2... ne aku tak akan lama2, ne anyeong..”percakapanku di telefon.
“bagaimana keadaan shinji dokter?”tanya ku khawatir, “tadinya aku kira, dia
hanya lelah setelah menangis berjam – jam namun ternyata ia mengidap penyakit
ringan, yang jika tidak di rawat dengan baik maka ia akan mati*aduh author gk
tau nih harus ambil penyakit apa’.’vpeace.. * jika dia tiba2 kecapean, bisa
kapan saja dia meninggal” kata dokter itu yang membuatku cemas. “omo.. aku
harus bagaimana,,”ucapku, ternyata shinji saat itu juga sudah boleh pulang
dengan obat2 yang sudah kutebus. “shinji-ah, gwenchana?,”tanyaku saat berada di
mobil “nan gwenchana oppa, gomawo..”ucapnya lemah.@ shinji and shinye home
“hyunseong, kau lama sekali berjalan – jalannya..!”kata donghyun oppa “mianhe
hyung, aku mau mengantar shinji dulu kekamarnya sebentar”kataku yang sedang
menggendong sinji ala bridel style. “tunggu disini, aku mau membuatkanmu
sesuatu, dan ingat kau jangan bergerak terlalu banyak”perhatianku “ne,
araso.”katanya.
#shinji pov
“ash, sakit sekali..”batinku sambil memegang perutku “sebenarnya aku
ini sakit apa?”tanyaku sendiri yang sedang menunggu hyun seong oppa. “hpku?,
minumku?, diaryku?”semua kutanyakan karena semua terletak berjauhan, dan kata
hyun seong oppa aku tidak boleh banyak bergerak, maka aku tidak jadi
mengambilnya.
#hyun seong pov
“dia pasti kelaparan, dan kata dokter makan bubur itu lebih
baik”gumamku di dapur, “hey, oppa memangnya eonni kenapa?, dia sakit?”tanya
shinye “ne, dia sakit.”jawabku singkat sambil terus mengaduk bubur itu. “sakit
apa?”tanyanya lagi “liver, jika ia terlalu cape dan terlalu banyak gerak, ia
akan mati.!”kataku sejujurnya. “MWO?, eonni..”ucap shinye kaget “aku ..” “kau
jangan kesana, bersenang – senanglah dulu bersama member boy friend yang
lainnya, aku takut ia menangis melihatmu.”kataku menyekat omongannya. “gomawo,
oppa sudah mau merawat eon tersayangku”katanya lalu membungkukan badannya dan
kembali ke alamnya*ralat* kembali ke ruang tengah. “shinji – ah.. ini
untukmu..”teriakku di pintu sambil membawa semangkuk bubur. “gomawo
oppa”katanya lalu berusaha untuk duduk.
#shinye pov
“eomma sudah ku kabari, sekarang aku harus membereskan rumah.”kataku
semangat di ruang makan. Beberapa menit kemudian “huah, ternyata ini sangat
melelahkan.!”keluhku, “bolehku bantu?”tanya seseorang di sampingku “mwo,? Yang
benar?”tanyaku tak percaya bahwa kwangmin mau membantuku, mereka sedang
menjenguk eonniku jadi semua berkumpul di sini. “ne, kajja kita bereskan
bersama”ajak kwangmin padaku “kwangmin sangat perhatian padaku, padahal
seharusnya minwoo yang seperti ini.”batinku sebal. “aku mau mencuci piring, kau
yang mengepel” perintahku “ne,!”jawabnya. “huah, melelahkan, ini kwangmin
minumlah dulu”tawarku “ne, gomawo..”katanya lalu meneguk minuman itu sampai
habis.
#kwangmin pov
Setelah aku membantu shinye, kami hanya duduk di soffa yang empuk
dalam kesunyian, tiba2 shinye bersandar di bahuku yang ternyata ia sedang
tertidur, lama kelamaan aku juga ikut tertidur dengan keadaan saling menyender.
#hyun seong pov
“hyung, kita masih punya waktu liburan selama 2 bulan kan?”tanyaku
pada hyungku “ne, whae?”tanya hyungku “anio, aku hanya bertanya”jawabku singkat
“shinji, apa kau melihat shinye?”tanya minwoo pada shinji “mm..”jawabnya sambil
menggelengkan kepalanya. “shinji-ah kami mau pulang, jaga dirimu baik2 dan
semoga cepat sembuh.”kata donghyun hyung kepada shinji “ne..”jawabnya lemah.
Lalu mereka pergi dari kamar shinji.
#minwoo pov
“aneh, kwangmin dan shinye tidak ada.!”batinku saat menuruni tangga,
“SHINYE!” teriakku tidak sadar karena aku syok melihat shinye sedang tidur
berdua dengan kwangmin.
#shinye pov
“SHINYE!” teriak seseorang mengagetkanku yang sedang tertidur.
“hmm?”tanyaku malas “kau sedang apa?”tanyanya dengan nada marah “aku sedang
tidur.!”jawabku lemah “dengan siapa?”tanyanya lagi. “kwangmin”jawabku santai,
“mianhe oppa, aku tidak sadar..”aku meminta maaf sambil memelas di depannya
“ne, chagia..”kata minwoo sambil mengacak rambutku. “kwangmin, kajja kita
pulang.”ajak minwoo pada kwangmin “ne,”jawab kwangmin lalu pergi begitu saja,
begitu juga dngan minwoo, namun dari tadi aku tidak melihat hyun seong oppa.
“lebih baik aku keatas.”gumamku. “eonni.. bagaimana keadaanmu?”tanyaku saat
berada di kamar eonni “sudah lebih baik, mungkin aku akan segera
sembuh!”katanya sambil tersenyum “oh, eonni eomma titip salam padamu, katanya
ia tak bisa menjengukmu karena terlalu sibuk, begitu pula dengan appa.”kataku
menyampaikan, “oh, ne “jawab eonni singkat.
#shinji pov
Sudah 1 bulan kurang aku tidak melakukan aktifitas berat yang selalu
di temani oleh hyun seong oppa setiap hari, aku sangat senang karena masih ada
yang peduli padaku, ia merawatku sampai aku sembuh, namun “kemana eommaku?,
kenapa ia tidak menjengukku?, ah mungkin mereka sedang sibuk”hanya itu yang
kufikirkan setiap hari, namun aku tidak pernah berfikir yang buruk kepada
eommaku yang ke 2 ini. “oppa, gomawo sudah merawatku sampai aku sembuh dalam
sebulan ini,!”kataku di tengah kesunyian “ne, aku.. hanya ingin
menolongmu.!”katanya yang membuatku senang.
#hyun seong pov
“ah sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu karena kau terlalu baik
kepada semua orang, kamu itu unik,”batinku. “sepertinya shinye akan
terbiasa.!”kataku membuka percakapan “mungkin.!”jawabnya singkat. “andaikan aku
bisa ketempat romantis lalu melihat matahari tenggelam bersama shinji, aku
sangat snang.”batinku. “hey, nanti aku akan mengajakmu kesuatu tempat.!”ucap
shinji tiba2 yang membuyarkan lamunanku. “oh ne, gomawo.”jawabku singkat.
#shinye pov
“huah, minwoo mau ke rumahku hari ini, berarti aku harus
cantik”batinku senang. 1 jam kemudian “ah, oppa kajja masuk”tawarku “tidak
usah, aku hanya mau bilang.. lebih baik kita putus hari ini juga!”katanya yang
membuat hatiku hancur lebur, hubunganku dengannya sudah 2 bulan, namun sia –
sia begitu saja. “oh, ok”jawabku singkat lalu menutup pintu dengan sekuat
tenaga yang kubisa hinggaa menimbulkan suara yang keras.
#minwoo pov
“oh, OK”hanya itu yang ia jawab lalu menutup pintunya dengan keras.
“ash, mian shinye – ah. Aku memacarimu hanya untuk mempermainkanmu saja, aku
tidak mau kau terluka lebih dalam lagi.”gumamku di depan pintu shinye.
#hyun seong pov
^BRUK^ suara pintu yang di tutup dengan keras membuatku dan shinji
syok, lalu kami berdua memutuskan untuk turun dan melihat keadaan. “Shinye –ah,
gwenchana?”tanya shinji khawatir melihat adik kembarnya menangis sambil memeluk
lututnya di belakang pintu. “kau kenapa?”tanya shinji lembut sambil memeluk
shinye “aku,,,aku,,,di,,putuskan,, hiks,,oleh,,hiks minwoo,,”katanya terbata
sambil menangis. “sudahlah shiye.. jangan menangisi minwoo, karena itu tidak
berguna.!”aku menghiburnya. “tapi...”jawabnya tak selesai lalu pergi keluar
rumah sambil berlari.
#shinye pov
“hyun seong oppa hanya menggampangkan, apa dia tidak pernah meraskan
jatuh cinta?, ini rasanya sangat sakit”gumamku sendiri yang masih menangis di
taman “memang kau kenapa?, setahuku hyun seong hyung memang tidak pernah jatuh
cinta.!”ucap seseorang di sampingku “kwangmin.?”syokku karena dia selalu ada di
saat aku sulit. “mm, aku diputuskan oleh minwoo dengan gampangnya..”curhatku
yang masih menangis “mwo?, jinjayo?”tanyanya “ne, tapi aku pasti bisa melupakannya.”tegasku
“pasti, kau pasti bisa karena kau bukan yeoja lemah.”kata kwangmin
menyemangatiku. “hm J”aku hanya tersenyum padanya. “kwa..eh?”saat aku
akan memanggil kwangmin namun ternyata kwangmin menghilang, padahal aku hanya
memalingkan wajahku sebentar. “hah, aku sendiri lagi, hiks.!”gumamku yang
kembali menangis. Langit mendung menambah suasana hatiku, aku sebal hari ini,
sangat sebal.
#shinji pov
“oppa, shinye belum pulang juga, bagaimana ini..?”tanya ku panik “kau
benar, suasana pun sudah mulai gelap, tertanda akan turun hujan.!”jawab hyun
seong oppa ^brussss^ hujan turun dengan lebatnya membuatku semakin cemas dengan
keadaan shinye sekarang, “oppa..”panggilku risih “ash, apa aku harus..”sebelum
hyun seong oppa menyelesaikan omongannya ternyata shinye sudah datang dengan
keadan basah kuyup dan bermuka pucat, sangat pucat. “shinye – ah, kajja cepat
masuk, cepat ganti bajumu, cepat.”suruhku sambil mendorongnya pelan kekamar.
“shinye – ah, badanmu panas sekali, kajja kita kerumah sakit,!”ajakku padanya
yang bersuhu tinggi “anio, tidak usah eonni, aku tak apa.!”jawabnya lemah,
“jeng – jeng.. ini bubur buatanku untuk shinye..”tiba - tiba muncul hyun seong sambil membawa bubur
untuk shinye, “gomawo oppa”kata shinye lemah, “biar eonni yang menyuapimu.!”kataku
“anio, tidak usah eonni, aku bisa makan sendiri.”katanya.”oppa, apa kau hanya
bisa memasak bubur?”tanyaku di luar kamar shinye “ani, aku bisa masak semuanya,
asal ada bahannya saja.”jawab hyun seong oppa santai. “shinji..”panggil
seseorang di depan pintu, “eomma..”teriakku histeris dan berlari ingin
memeluknya, namun eomma malah berlari ke tangga menuju ke kamar shinye,
“eomma..”ucapku lemah, hatiku sakit saat eomma tidak mau memelukku, dia lebih
mementingkan shinye dari pada aku. “shinji, gwenchana?”tanya hyun seong oppa
padaku, “ne oppa”jawabku berbohong.
#shinye pov
“hss, sepi.”gumamku sendiri di kamar, “shinye ah, bagaimana
keadaanmu?”tanya seseorang di pintu kamarku yang ternyata adalah eomma,
“eomma...”panggilku histeris, “bagaimana keadaanmu sekarang?, eomma mengetahui
keadaanmu dari shinji dan eomma langsung terbang kekorea untukmu walaupun eomma
sedang sibuk,” kata eomma sambil memegang dahi ku dengan punggung tangannya,
“tapi, aku tak apa eomma, aku hanya demam biasa.”kataku memberitahu keadaan ku
yang sebenarnya, “tapi tetap saja kau sakit, eomma harus merawatmu sampai kau
sembuh.”kata eomma padaku, kulihat eonni sedang berada di pintu dengan hyun
seong oppa dengan raut muka senang yang di paksakan, “tak usah eomma, eomma
kerja saja, kan masih ada eonni yang mau merawatku..”kataku, aku takut eonniku
marah padaku, jadi aku harus bisa agar eomma tidak mau merawatku.
#shinji pov
`jleb` hatiku sakit, saat eomma akan merawat shinye sampai sembuh,
sedangkan aku, saat aku sakit parah, eomma tidak mau menjengukku sama sekali,
aku sudah tak kuat lagi, serasa mataku panas, aku mencoba menahan tangisku
namun aku tak bisa,aku menangis , lalu berlari keluar rumah.
#hyun seong pov
“shinji – ah”panggilku saat melihat shin ji berlari. “huah, cepat sekali
kau berlari.!”keluhku saat shinji sudah berhenti di suatu tempat, “GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”
shinji teriak seenaknya yang membuat telingaku sakit, “yak,
telingaku..”ringisku sambil menutupi telingaku, “hwaaaaaaaaa..”sekarang shinji
malah menangis dengan keras, “
#shinji pov
Aku berteriak dan menangis
sekeras mungkin, “kenapa selalu
shinye..”teriakku lagi, “sudahlah, mungkin ini yang terbaik untukmu.”hibur hyun
seong oppa padaku.
#hyun seong pov
“sudahlah, mungkin ini
yang terbaik untukmu”hiburku padanya, tiba – tiba shinye memelukku dan menangis
di pelukanku hingga bajuku basah oleh air matanya dan ingusnya(?). “shinji –
ah, saranghaeo.!”ungkapku padanya “hah?”shinji melepaskan pelukannya “aku
berjanji akan menjagamu, memberikan perhatianku, dan selalu
menyayangimu.”janjiku padanya namun ia hanya terdiam dengan masih menangis.
#shinji pov
“hiks, gomawo oppa,
nado saranghaeo oppa”jawabku yang sebenarnya, aku memeluknya lagi. “sudahlah,
jangan menangis lagi shinji” hibur hyun seong oppa padaku, “aku menangis
bahagia pabo.!”kataku sambil memukul hyun seong oppa pelan. “kajja kita
pulang.!”ajak hyun seong oppa padaku, “ne kajja”jawabku.
#shinye pov
“shinye, eomma mau
kebawah untuk memasak”izin eommaku “ne eomma”jawabku santai. “shinye aku
pulang”teriak seseorang di lantai dasar, “eonni”gumamku. “shinye,”panggil
seorang namja padaku “ne, oppa?”tanyaku “ani”jawabnya singkat “aih?”kataku.
“shinyee.. makanan datang..”ucap eomma padaku “yee,, eomma masak buat eonni
juga tidak?”tanyaku, “ani, eomma lupa, eomma hanya masak untukmu.!”jawab
eommaku “mwo?, eomma.. mungkin eomma juga lapar..”kataku “dia kan sedang sehat
jadi bisa cari makan sendiri..”kata eomma santai “kalau eonni tidak makan
masakan eomma, aku juga tidak akan makan.!”tegasku “shinye, nanti kau tak akan
sembuh”kata eommaku “tapi kalau eonni tidak makan, aku juga tidak akan.”aku
terus ngotot. “sudahlah shinye, makan saja masakan eomma, eon sudah makan
koq.”kata eonni tiba2 di luar kamarku “aku tau eonni bohong”kataku tak percaya
“tanya saja pada hyun seong oppa”katanya lalu berlalu pergi.
#hyun seong pov
“chagi – ah.!”panggil –
panggilku di seluruh penjuru rumah shinji, “shinji..”panggilku lagi, namun ia
tetap tidak mau menyaut. “YAK, shinji jangan bunuh diri.”teriakku di balkon
rumahnya, “siapa yang mau bunuh diri sih oppa?”tanyanya “aku kira yeoja
chinguku ini mau bunuh diri karena masalah tadi”kataku sangat malu. @kitchen“sudahlah,
oppa lebih baik oppa berlibur dengan teman2 oppa itu, sebelum oppa kembali
bekerja”kata shinji santai, “selama aku masih ada waku bersamamu, aku akan
terus bersamamu.”kataku gombal “kau menangis lagi, gwenchana shinji ah?”lanjutku melihat shinji mengeluarkan air
matanya lagi“aku tak apa pabo, lebih baik kau bantu aku, potong bawang ini, aku
akan menyiapkan yang lainnya.”katanya dengan mata yang masih berair. “memang
kau mau masak apa?”tanyaku “masak sesuatu untuk shinye”jawabnya. “huah, akhirnya sup ini sudah jadi
oppa..”katanya senang “kajja kita ke kamar shinye”ajakku.
#shinye pov
“shinye-ah, eonni bawa
sup kesukaanmu..”ucap eonni tiba2 “gomawo eonni”kataku beranjak untuk duduk “mungkin
dengan ini kau akan sembuh”kata eonniku sambil menyuapiku “gyaa, eonni makanan
ini sangat enak”kataku memujinya karena eonniku memang jago memasak “gomawo shinye
ah”kata eonniku sambil tersenyum “shinye.!”panggil seseorang di ambang pintu
“kwangmin-ah”panggilku juga dengan senang “ini untukmu!”kata kwangmin sambil
menyerahkan bunga yang sangat indah dan wangi. “hwa, gomawo kwangmin”kataku
lalu memeluknya.
#kwangmin pov
Hari ini aku berencana
akan menjenguk shinye yang sedang sakit, dengan membawakan bunga yang indah.
“hwa gomawo kwangmin-ah”kata shinye setelah aku memberikan bunga itu lalu
memelukku yang membuatku kaget, aku senang bisa di peluk oleh shinye saat ini.
“oh, gomawo kwangmin, selama ini selalu ada untukku”kata shinye riang lalu
melepaskan pelukannya. “ne, apa sih yang tidak untukmu shinye” kataku
ngegombal.
#shinji pov
“huah, hari ini adalah
hari terakhir hyunseong oppa libur, aku harus menemuinya”gumamku saat bangun
tidur. “eomma, aku mau menemui hyunseong oppa, mungkin aku pulang agak
malam”kataku meminta izin “yasudah,cepat sana pergi” kata eommaku yang
sepertinya mengusirku, “hah, aku bermain dari pagi sampai besokpun takakan
eomma pedulikan, jadi untuk apa aku meminta izin”gumamku di tangga.
“oppa..”panggilku saat berada di taman kesukaan ku dan hyun seong oppa.
“shinji, mianhe aku tidak akan memberikan perhatian yang seperti biasanya lagi
nanti, karena aku pasti sangat sibuk”hyun seong oppa membuka percakapan “ne
oppa, tak apa, karena aku sudah cukup bahagia ada yang memperhatikanku dan
menyayangiku di dunia ini”kataku senang. Kami hanya bercanda riang di taman
ini, menghabiskan waktu berdua di taman ini. “Saranghaeo shinji”ucap hyun seong
tiba2 lalu memelukku “nado saranghaeo oppa”kataku juga.
#shinye pov
“eomma, kenapa eomma
tidak mengingatkan eonni untuk tidak pulang malam, kenapa eomma malah
mengusirnya?”tanyaku dengan nada tinggi “untuk apa?, dia itu hanya membuatmu
menderit kan” kata eommaku yang membuatku sebal “tapi eomma, dia itu eonniku,
kembaranku,”kataku emosi “sudahlah shinye, eomma yakin eonnimu itu tidak akan
kenapa2”kata eommaku santai. “tapi eomma ini sudah keterlaluan, eomma
membedakan kasih sayang eomma antara aku dan shinji eonni”kataku “eomma
menyayangi kalian berdua dengan adil koq”kata eomma, namun aku melihat
kebohongan dimata eomma “kalau begitu, saat eonni sakit parah kenapa eomma
tidak datang dan merawat eonni?, sedangkan aku hanya sakit demam, eomma
menjengukku, merawatku sampai aku sembuh sekarang ini”kataku semakin emosi
“tapi saat itu eomma sedang sibuk shinye”kata eomma alasan “tapi eomma, akh
eomma aku kasian kepada shinji eonni, ia,,ia tidak pernah mendapatkan kasih
sayang dari seseorang yang juga ia sayangi, apa eomma tidak menyadarinya,? Dari
eomma kandungku masih hidup, eonni selalu di acuhkan, dan sekarang ia juga
terus di acuhkan, padahal saat aku masih sekamar dengan eonni, ia selalu
berdo’a setiap hari agar suatu saat nanti ada seseorang yang peduli padanya,
namun ku perhatikan, tidak ada yang menyayanginya, tak ada yang peduli padanya,
aku,, aku,, lebih baik tidak hidup di dunia ini, kalau eonni menderita karena
diriku sendiri, lebih baik aku mati saja”kataku dengan berlinang air mata.
#shinji pov
“hari yang menyenangkan
oppa, semoga besok oppa sukses”kataku menyemangati hyun seong oppa di depan
rumahku, “ne chagia.”kata hyun seong oppa yang mengikutiku masuk ke rumahku.
“shinji, kenapa kau pulang malam?”tanya eomma padaku “memangnya kenapa huh?,
lagipula eomma kan tidak peduli padaku, eomma hanya peduli pada shinye, eomma
tidak pernah menyayangiku, aku hanya anak pungut yang butuh belas kasihan orang
lain.”kataku sambil menangis karena sudah tak tahan lagi, “ani, eomma juga
menyayangimu, sebagaimana kalian adalah anak kandung eomma”kata eomma yang
membuatku terharu, “hah?”aku hanya bengong karena aku dipeluk eommaku sendiri,
“eomma..”ucapku lirih “gomawo eomma”lanjutku. “shinji, lebih baik aku pulang
saja”kata hyun seong oppa tiba2 di ambang pintu “ah, ne oppa, semoga besok kau
sukses”kataku menyemangatinya lagi.
#Hyun Seong Pov
“sangat mengharukan
sekali”gumamku , “anyeong shinji, eomma, shinye”ucapku terakhir kalinya lalu
beranjak pergi. “oppa, jangan lupakan aku”kata shinji tiba2 memelukku dari
belakang “aku tidak akan melupakanmu”jawabku lalu bergegas pergi secepat mungkin
tanpa berbalik kearah shinji, karena aku tak tahan melihat air mata shinji yang
begitu berharga bagiku.
#author pov
Keluarga yang bahagia
ini sekarang sudah di penuhi oleh kasih sayang yang amat sangat besar, shinji
amat sangat bangga karena mempunyai pacar seorang personel boyband yang
terkenal, begitu juga dengan shinye, shinye juga merasakan hal yang sama dengan
eonninya. “shinye, eomma, appa, bagaimana jika kita berlibur kepantai”usul
shinji pada keluarga barunya “ne, kajja”ucap serentak keluarga bahagia itu.
“apa eonni senang?”tanya shinye kepada shinji yang sedang meminum juicenya “ne,
aku sangat senang, bagaimana denganmu?”tanya shinji balik “asal eonni bahagia,
aku juga bahagia”kata shinye yang membuat shinji terharu lalu memeluk shinye.
“gomawo shinye, sudah menyatukan kita sebagai keluarga yang utuh dan penuh
dengan keadilan” kata shinji di tengah kesunyian “ne, eonni”kata shinye.
END
#gyahahaa, author
bener2 gaje yah bikin ff ini, awalnya gaje, tengahnya gaje, akhirnya juga gaje,
GOMAWO buat readers yang mau baca ff author
yang super duper gaje ini :D. Sekali lagi GOMAWO *bow 90o
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
:D heyoow!! comentcoment