Rabu, 01 Januari 2014

LOVE MY SPIRIT// ROMANCE, LITTLESAD , 1.488 WORDS^^


LOVE MY SPIRIT ^^
                #MIAN KALAU JUDULNYA ANEH :D
author : ilmi dina prianti
genre : romance , little sad
cast : -kim jong in(exo), kim hara(oc)
lenght  : emmp author bingung... (1.488 words)
# maafkan author kalau ada typo bertebara, Out of caracter, jalan cerita biasa, ^^ diharapkan meninggalkan jejak, kalau nggk bisa juga gapapa soalnya cuma harapan doang :D. heppy riding ~ happy reading~
            #AUTHOR POV

DI sore hari yang cerah seorang yeoja sedang duduk di ayunan di taman dekat apartemen kecil yang pernah di berikan oleh appa dan eommanya dulu, dia termenung melihat langit sambil sesekali terisak. “anyeong,.. gwenchana agashi?..”tanya seseorang kepada kim hara, “eum, gwenchana.. ^^”jawab hara sambil mengusap air matanya. “kim jong in imnida, kau bisa memanggilku kai”kata namja bernama kai sambil mengulurkan tangannya, “eum, kim hara imnida ^^”jawab hara menyambut uluran tangan kai. “sepertinya kau lebih muda dariku, agar lebih akrab kau panggil aku oppa ^^”kata kai sambil tersenyum hangat, kai duduk di sebelah ayunan hara. Hara kembali menatap kedepan dengan tatapan kosong, “hiks”hara kembali menangis. “kau kenapa hara ?”tanya kai lembut, “aku kesepian, sangat sangat kesepian.!”kata hara sambil terisak hebat. “benarkah?, aku juga kesepian sepertimu. Aku kemari juga ingin menemanimu yang senasib denganku”kata kai sambil menatap hara, hara menatap mata kai balik “kau ingin menemaniku?”tanya hara penuh harap. “tentu saja hara.!!”jawab kai , “tidak akan meninggalkanku?”tanya hara. “semoga saja tidak, tapi semoga saja kita bisa bersatu untuk mengisi kekosongan ini ^^”jawab kai tulus.hara tersenyum lalu mengayun pelan ayunannya.          

              #hara pov

Aku menatap wajah kai saat ia mengayun ayunannya, ia tampan, ia imut, ia sangat baik hati, tapi apa aku salah lihat? Badannya seperti tembus pandang. Ahk mungkin itu hanya halusinasiku karena kebanyakan menangis. “kajja ku antar kau pulang ^^” kata kai berdiri di hadapanku sambil mengulur tangannya, “kajja.!”jawabku sambil tersenyum lembut. Di perjalanan yang mulai malam aku tidak bisa mengatakan apapun pada kai, sebenarnya aku tidak ingin kembali ke apartemen karena itu hanya mengingatkanku pada keluargaku. “kai mau masuk dulu?”tanyaku saat sampai depan gedung apartemenku, “trimakasih hara, nanti – nanti aku akan kerumamu”jawab kai lalu berlalu meninggalkanku sambil melambai kecil. “haa.. aku pulang eomma, appa, dongsaeng menyebalkan”ucapku saat masuk apartemen, “hari ini lelah, aku mau tidur saja.!”gumamku lalu menuju kamar.          

         #author pov
“aku berangkat”ucap hara saat keluar apartemen, “huah, semangat.!”kata hara sambil mengepalkan tangannya. “hara, kenapa kau menjadi seperti ini sih, dulu kau sangat riang dan penuh canda tawa, tapi sekarang kau berubah menjadi dingin”kata yeonmi “kau tidak perlu menanyakannya karena kau juga pasti tau.!”jawab hara simpel lalu membaca buku yang berada di depannya. Hara melihat kearah jendela yang menuju ke samping sekolah yang rindang, ia melihat kai “kai..?”gumam hara bingung. 
.
.
>skip< hara berjalan menuju apartemennya, hara hanya bisa memandang semua orang dengan gusar. “mereka berpasangan, tapi aku tidak.! Kai bisakah kau bersamaku sekarang?”gumam hara pelan, ia pulang agak malam karena ada tambahan waktu untuknya. “kau memanggilku?”seseorang muncul disamping hara, “kai..”ucap hara senang. “kai.. ayo kerumahku.. ayo..”hara memaksa kai masuk, “baiklah, kalau kau memaksa..”kata kai lalu mengikuti hara yang sedang berjalan di depannya. “ini rumahku.. maaf berantakan”kata hara , “duduk lah, aku akan membuat minum untukmu, mungkin kau capek sampai pucat seperti itu.!”kata hara lalu berjalan kedapur. Kai duduk di soffa apartemen hara, “rumah yang indah, aku tidak akan melupakan ini.!”gumam kai lalu bersandar pada sofa itu.

          #hara pov

“aku senang selama berteman denganmu.! Kau selalu bersamaku.!”ujarku di tengah sunyi antara ku dengan kai di taman tempat ku bertemu dengannya pertama kali, “aku juga, kau tau.. setiap hari kita bertemu di sore hari yang indah.”kata kai. “ya aku juga menyadarinya, aku sangat sangat sangat senang mempunyai teman baik hati sepertimu kai..”ujarku lagi, “hara...”panggil kai. Hara menoleh “aku ingin sekali memelukmu saat ini, tapi aku tidak bisa”kata kai, “maksudmu?”tanyaku bingung. “jadi selama ini kau tidak tau aku ini apa?”tanya kai, “tidakk..”jawabku semakin bingung. “hara.. aku adalah arwah yang hanya bisa bertemu denganmu beberapa saat.!!”kata kai, “mwo? Mana mungkin.!!”kataku mengelak. “aku jujur hara..”kata kai, “jadi selama beberapa bulan ini aku berbicara dengan arwah?”tanyaku dan kai hanya menangguk. “tujuan ku sebenarnya di suruh oleh appamu untuk menemanimu yang kesepian karena aku masih bisa hidup, dan seharusnya aku harus cepat kembali ke ragaku.”kata kai, “tapi aku tidak bisa hara, aku hanya ingin bersamamu.. aku sangat MENCINTAIMU hara.”lanjut kai sambil menatapku ragu. “aku belum bisa percaya kai..”responku sambil melongo, kai berjalan ketengah jalan raya . di sana ada sebuah mobil melaju kencang, tanpa berfikir aku menghampiri kai. “oh ia dia kan arwah”ingatanku berputar dengan cepat, namun –brag- aku terpental. Semua sakit, kepalaku..kakiku.. aku melihat kai hanya diam dan semua menjadi gelap.

          #kai pov

Kenapa dia harus berlari mengejarku, aku tidak akan tertabrak. “mianhe hara, aku hanya bisa diam”gumamku di hadapan tubuh hara yang terkulai lemah. Aku mengikutinya ke rumah sakit, “mungkin sekarang aku harus kembali ke ragaku.! Aku harus memperbaiki hidup hara.!!”kataku lalu kekamar dimana aku dirawat. Eommaku sedang menangis, appaku sedang menenangkan eomma “eomma appa bogoshippo J”gumamku kecil lalu memasuki tubuhku perlahan.


          #author pov

Kai tersadar dan langsung terduduk di kasurnya. “kai..”eomma kai histeris melihat kai yang koma selama 4 bulan sadar dan langsung terduduk, “eomma, bogoshippo”kata kai lalu memeluk eommanya lalu appanya. Kai terdiam sejenak untuk mengingat sesuatu, cukup lama hingga ia beranjak dari kasurnya dengan cepat sambil melepas alat asing di tubuhnya kecuali infus, “tunggu aku hara..”gumam kai lalu berjalan cepat menuju ruang IGD. “apa disini ada keluarga dari korban yang bernama hara?”tanya seorang suster, “aku.. pacarnya..”kata kai. “apa tidak ada keluarganya?”tanya suster itu, “tidak, dia sebatang kara, dia kesepian selama 3 tahun terakhir”jawab kai. Orangtua kai yang mengikutinya hanya melongo melihat anaknya bertingkah aneh, “eomma , appa aku harus masuk.!”kata kai lalu masuk kedalam igd menemui hara yang masih terkulai lemah. “mungkin kai sudah berjelajah di alam mimpinya selama 4 bulan ini, biarkan saja.!”kata appa kai sambil mengelus punggung eomma kai.

          #kai pov

“aish sakit sekali kepalaku.!”kai meringis kecil,“gwenchana?”tanya perawat tadi, aku hanya mengangguk. “hara.. saranghae saranghae saranghae.. bangun lah hara.. bangun lah..”kai membisik di depan telinga hara. “eomma, appa..”dia mengigau sedikit kencang membuatku menatapnya, “hara..”panggilku kepadanya.

          #hara pov

“changjo.! Berikan itu padaku.!”aku berteriak sekencang mungkin kepada adikku, “kalau kau mau, ambillah semampumu..”kata changjo sambil memeletkan lidahnya. “yaampun kalian, cepat bereskan semuanya.!”tegur eommaku lembut, appa hanya tersenyum melihatku dengan changjo bertengkar. “eomma.. aku ingin memelukmu..”kataku manja lalu memeluk eommaku penuh haru, begitu juga dengan appa dan changjo yang kupeluk dengan erat. Aku menangis antara bahagia, dan sedih, semua bercampur di hatiku. “kajja appa, changjo kita pulang”ajak eommaku kepada mereka, “lalu aku tidak kau ajak eomma?”tanyaku menyindir. “tentu saja tidak, kau harus mandiri”jawab eommaku, “tapi.. aku ingin ikut dengan kalian..!”kataku memohon.
.
.
“hara..”seseorang menaggilku dari belakang, itu jongin a.k.a kai, “kai, aku titipkan dia padamu. Hara mandirilah dengan kai.. eomma menyayangimu..”kata eomma lalu berjalan meninggalkanku sambil melambaikan tangan bersama appa dan changjo, “eomma,appa..”aku memanggil namanya, aku hanya ingin bersama mereka. 
.
.
“hara..”terdengar kai terus memanggilku, “aku hanya bisa melihat eomma, appa dan changjo berjalan meninggalkanku sampai ia tak terlihat.

          #kai pov

“andwae.. eomma appa changjo..”teriak hara tiba – tiba membuatku terperanjat kaget, “eum.. hara kau sadar..!!!”aku memekik senang, hara membuka matanya perlahan. Aku tersenyum melihat ia sadar, namun ia mengeluarkan air matanya.          
       #hara pov

‘apa aku tadi hanya mimpi, tentu saja aku mimpi, aku kan tadi kecelakaan’pikirku sambil mengerjap – ngerjapkan mataku. Aku melihat kai tersenyum di sampingku memakai baju rawat dan infus di tangannya, “kai..”aku memanggilnya lalu memegang pipinya’nyata’. “aku sekarang bisa menemanimu kapan saja, aku nyata hara..”jelas kai , aku hanya tersenyum. Mataku kembali berat, dan semua menjadi gelap”.

          # kai pov

Hara memejamkan matanya lagi, “hara..”aku memanggilnya perlahan “...”tidak ada reaksi. Dengan cepat aku memanggil dokter yang tidak jauh dari sana, ia menghampiri hara lalu memeriksanya. “tenang saja, dia hanya pingsan. Dia bisa di bawa kekamar inap sekarang.!”kata dokter itu lalu menuruh suster lain untuk memindahkan hara. Aku keluar melihat eomma dan appaku sedang berada di luar ruang gawat darurat, “jonginie apa yang sebenarnya terjadi?”tanya eomma khawatir.
.
.
“eomma, appa aku harap kalian menganggap hara sebagai anak kalian sendiri, kasian dia hidup sebatang kara di dunia ini..”mohon ku dengan tulus, “tentu saja, kau juga harus menikahinya ok.!!”kata eommaku sambil menggoda. @kamar rawat hara, benar – benar merepotkan harus membawa selang infus ini kemanapun,  tapi aku harus tetap menjaga hara.

          #hara pov

Aku membuka mataku perlahan, aku melihat kai sedang berbaring di kasur sebelah kasur ku. aku melihat ada sepasang paruh baya tertidur di kasur kecil dekat jendela rumah sakit. “kau sudah bangun hara? Morning..”sapa kai dari sebrang kasurku, “morning kai..”jawabku dengan senyum. “kai beranjak dari kasurnya, mungkin ia akan membangunkan eommanya. “eomma, appa, hara bangun, cepat berkenalan dengannya”terdengar suara kai dari sini, “eum jinja... huah..”eomma kai bangun dan menghampiriku, “anyeonghaseo hara, kau bisa memanggilku eomma”kata eomma kai ramah. “ne eomma”jawabku dengan panggilan pertamaku, “kau juga bisa memanggilku appa”kata appa kai, “sure appa”jawabku sedikit malu – malu. “kau juga bisa memanggilku kaidarling, jadi kau harus menikah denganku.!”kata kai mengagetkanku dan dengan refleks aku menengok kearahnya. “kalian harus cepat menikah, agar aku bisa cepat punya cucu”kata eomma kai dengan nada bahagia, “ehm”jwabku sambil tersenyum malu. “tapi setelah aku menyelesaikan sekolahku”lanjutku, “kami akan selalu mendukungmu, sekarang kau tidak kesepian lagi”kata appa kai sambil tersenyum. Aku hanya menjawab itu dengan senyuman, aku sangat terharu mendengarnya.

Saat kalian merasa kesepian, dan menganggap hidup kalian tidak berarti. Kalian salah, mungkin di luar sana masih banyak orang yang ingin memperhatikanmu, dan menyayangimu. Jadi buatlah dirimu berharga untuk orang – orang yang menyayangimu dan kau sanyangi ^^- KIM HARA 
                                                               -end-

Jumat, 11 Oktober 2013

FF/ROMANCE/I'M NOT LONELY//indo


Author  : ilmi dina prianti @ilmii_dina
Cast       : - kim myungsoo(infinite), lee woori(oc)
Genre   : romance, sad*mungkin
Rating   : G
Lenght  : one shoot (809 words)
                #author back membawa ff bercast myungsoo, ini adalah ff one shoot terpendek yang pernah author buat :D. Tapi mungkin ini bisa dibilang kepanjangan :D

I’M NOT LONELY
                Semilir angin dimusim gugur membuat lee woori merapatkan jaketnya, karena sebentar lagi musim dingin tiba. Ada rasa kesepian dihatinya, membuat ia kembali mengingat seorang namja yang selalu ada di dekatnya. #flashback “woori-ah lihat lah aku bawa ice cream..”seorang namja menghampiri woori dengan riang, “mwo? Sekarangkan hampir musim dingin, kenapa bawa ice cream..”kata woori. “yasudah, aku saja yang makan”namja itu mulai memakan ice creamnya, “YAK kim myungsoo, kemarikan.!”woori mulai kesal dan mengambil paksa ice cream yang bertujuan untuknya. “woori, aku akan selalu ada untukmu, kau juga kan?”tiba – tiba myungsoo mengatakan sesuatu, “huh? Tentu saja, aku juga akan selalu mencintaimu”jawab woori sambil tersenyum dan menggandeng myungsoo yang berstatus pacar.#flashbackend woori terus berjalan, ia bertemu dengan anak kecil yang sedang bermain di taman pinggir jalan yang sedang ia lewati. Anak itu membeli sebuah balon dan memberikan kepada temannya yang sedang menangis, itu membuat woori mengingat kembali tentang myungsoo. #FLASHBACK “woori, sudahlah jangan menangis  hanya karena kehilangan harga diskon itu..”myungsoo menghibur woori, “tapi.. tapi itu obral besar”woori masih menangis. Myungsoo meninggalkan woori yang sedang menangis di bangku taman tempatnya dan woori beristirahat, “ini untukmu”myungsoo datang tepat di depan muka woori dan membawakan balon untuknya. “hiks, gomawo myungsoo –ah” kata woori berterima kasih dan mengecup myungsoo kilat. #FLASHBACKOFF.
“myungsoo..” woori teringat kembali dengan namja yang selalu menemaninya, woori masih terus berjalan kearah tempat yang ia tuju sambil menenteng keranjang. #flashback “woorii.. tempat mana yang paling ingin kau kunjungi?”tanya myungsoo tiba – tiba di tengah kesepian, “kuburan” jawab woori enteng. “hah?”myungsoo syok seketika, “oh baiklah kajja kita beli bungan dulu”ajak myungsoo sambil  menarik woori yang sedang menggandeng myungsoo manja. @kuburan “apa kalau aku mati nanti, kau selalu menjengukku dan mendoakanku”myungsoo membuka suara saat woori sedang menaburkan bunga di atas pusara pemakaman, “maksudmu apa sih?, kau kan sudah berjanji akan selalu bersamaku.!”jawab woori sambil tersenyum.#FLASHBACK OFF. Perlahan butiran air mata menghiasi wajah woori, “kau jahat myungsoo.. kau jahat..”woori mulai terisak di tengah perjalanan. #flashback, -woori keluar rumahlah, ada sesuatu untukmu- isi pesan myungsoo kepada woori, woori langsung beranjak dari kasur nyamannya ke depan rumahnya. “myungsoo, namja dingin ini ternyata sangat romantis”gumam woori saat melihat lilin berbentuk love dan ditengahnya ada boneka teddy bear berukuran besar, dengan segera woori mengambilnya dan memeluknya erat. Ia mendapati sebuah surat dan sebuah cincin, “saranghae myungsoo-ah”gumam woori lagi dan mulai membuka surat itu lalu mulai membacanya.
From     : myungsoo
To           : woori
Hai, woori.. saat kau membuka surat ini sebenarnya aku berada di rumah sakit untuk menjalani operasi kankerku. Mianhe aku tidak memberitahumu kalau aku mengidap penyakit leukimia, aku tidak ingin kau sedih jika kau mengetahuinya dari awal. Woori kau bisakan tanpa aku, tanpa namja yang selalu menemanimu. Sungguh aku sangat mencintaimu woori, aku ingin kau baik – baik saja disini. Maafkan aku tidak bisa membuatmu ceria kembali, mianhe aku tidak bisa menjagamu lagi nanti jika aku meninggal. Woori  seringlah berkunjung kemakamku, aku sangat senang jika kau melakukannya. Woori aku bahagia mempunyai pacar setenang namun secerewet dirimu, jangan pernah melupakan aku ye.. SARANGHAEYO WOORI _AH  J
Nb : jaga cincin, dan boneka itu. Boneka itu yang akan menemanimu saat kau tidur dan melepaskan kerinduanmu padaku. ANYEONG WOORI –ah ..

                Perlahan airmata membasahi wajah woori, woori jatuh terduduk karena lemas mengetahui itu sekarang. Namja yang ia cintai sedang terkapar dirumah sakit. #flashback off. Woori menangis semakin deras ketika ia sampai di depan pemakaman myungsoo, ia kembali mengingat myungsoo dan terus menangis. #FLASHBACK “woori, kalau aku meninggal kau tidak akan menangis kan?”tanya myungsoo sambil menatap lekat woori di rumah sakit sesaat setelah operasi, woori tidak kuasa menahan air matanya “molla, aku tidak akan kuat..”jawab woori sambil menggenggam erat tangan myungsoo. Myungsoo menghapus pelan air mata woori, “hidupku tidak akan lama lagi, surat itu adalah kata – kataku berikutnya.. SARANGHAEO woori-ah”ucap myungsoo pelan dan memejamkan matanya tuk terakhirkalinya “myungsoo, jangan tinggalkan aku.. mana janjimu yang akan selalu bersamaku.. kau jahat myungsoo..”woori menangis semakin kencang diiringi suara tangisan keluarga yang lain.#flashback off. “Anyeonghaseo myungsoo-ah, aku datang hari ini.. kau taukan sekarang hari apa? Yap sekarang hari dimana kita jadian yang ke 3 tahun. Susah senang bersama.. tapi kenapa kau meninggalkanku terlebih dahulu myungsoo..”ucap woori terisak, “mianhe, aku tidak kuat jika aku tidak menangis.. aku malu menangis di hadapan makammu sendiri..”woori semakin terisak. “woori~”panggil seseorang lembut dibelakang woori, “m..myungsoo”woori tergagap melihat myungsoo tersenyum di hadapannya. “berhentilah menangis..”kata myungsoo sambil mengusap air matanya, “ne, myungsoo” jawab woori sambil tersenyum. “aku akan selalu bersamamu woori, kau tidak akan sendirian.. aku selalu mengisi harimu, namun ditempat yang sangat jauh”kata myungsoo lalu memeluk woori , woori membalas pelukan myungsoo “benarkah? Berjanjilah myungsoo..”kata woori “aku berjanji”jawab myungsoo. Semilir angin musim gugur berhembus dengan tenang, dan nyaman membuat woori bahagia walaupun ia hanya akan bertemu myungsoo sebentar dan akan melanjutkan hidupnya hingga ia bisa menyusul myungsoo nanti.

TAMAT~

Selasa, 10 September 2013

i want a pure love



I WANT A PURE LOVE
CAST :         -KIM WOORI
                   -NO MINWOO
OTHERCAST                   : - JUNG HYUNMI
-          CHOI JONG HYUN
-          SHIM HYUN SEONG
-          DLL
          LENGHT                : LONG ONE SHOOT
          GENRE                  : ROMANCE, GAJE
          RATING                : PG 13
          NAMA AUTHOR    : ILMI DINA PRIANTI ^.^


I WANT A PURE LOVE
                   #AUTHOR POV
woori saranghaeo, kim woori do you be my girl friend”ungkapan hati minwoo di depan woori“PABO, sudah ku bilang berkali – kali, aku tidak mau menjadi pacarmu, kita ini kan baru kenal seminggu yang lalu, tapi kau sudah menembakku berkali – kali tepatnya sudah 80 kali kau menembakku, apa kau tidak capek, selalu menembakku seperti ini?”kata woori dengan panjang x lebar x tinggi(?) “ani, karena aku sangat menyukaimu.!”jawab minwoo padat, “huh, terserah kau saja lah”kata woori lalu meninggalkan minwoo sendiri di taman belakang sekolah, “huh,”dengus minwoo dengan evil smirknya. “hey, apa kalian tau bahwa woori anak kelas 2 – C itu tidak mau pacaran dan dia bilang dia lebih ingin menjadi jomblo dari pada harus pacaran”*bisik – bisik* “padahal prince aegyo sudah menembaknya 80 kali, tapi dia tidak menerimanya, apa mata dia buta?”lanjut perempuan penggosip itu yang sebenarnya berbisik tepat di depannya sambil menatap woori dengan tatapan aneh. “huh, bukannya begitu, aku ini hanya tidak ingin sakit hati”batin woori membalas omongan mereka.
            #woori pov
“woori...”panggil seseorang, “ne?”jawabku. “kamu tau tidak, kemarin aku ditabrak seseorang.!”katanya bahagia, “ha?, koq kamu bisa senang begitu?”tanyaku aneh, “saat aku terjatuh, aku juga langsung jatuh hati padanya, dan aku juga dapat nomor hpnya.!”katanya sangat bahagia “hyunmi, sudahlah.. bukankah kau itu menyukai hyun seong songsaenim?”tanya woori padaku, “yup, kau memang benar, tapi.. songsaenim terlalu tua, aku ingin yang masih muda.”kata hyunmi berbinar. “lalu cintamu untuk songsaenim?”tanyaku sambil ngupil(?), “akan aku tetap jaga di hatiku, habisnya perbedaan umurku dengan seong songsaenim kan 4 tahun, itu kan terlalu jauh untuk ku raih.!”katanya juga ikutan ngupil(?). @pulang, “hyunmi, kajja kita pulang.!”ajakku kepada sahabatku yang berbeda kelas, “ne,!”katanya lalu mengikutiku dari belakang. “hyunmi, hari ini mau pulang naik apa?”tanyaku yang berjalan di depannya, tapi tidak ada jawaban dari hyunmi. “HYUNMI OI”teriakku sambil berbalik, “hah, koq dia nggk ada? :O”batinku aneh, dan memutuskan untuk mencarinya.
            #hyunmi pov
“hah, atlas sudah, tempat pensil sudah, hp sudah, baiklah lengkap sudah”cekku di jalan akan keluar sekolah. “~Brak,~bugk”ada suara pukulan yang terdengar begitu keras di arah ruang tak terpakai. “huaah :o”aku sangat kaget saat melihat ada seorang namja yang di pukul oleh seorang yeoja, “hmm, nggk salah tuh, harusnya kan namja yang menyiksa yeoja”batinku aneh lalu mendobrak pintu ruang itu. “BRAG, lepaskan dia.!”kataku sok pahlawan “^//^ mianhe, aku tak tau bahwa kalian sedang latihan beladiri, mianhe”kataku malu saat melihat mereka memakai seragam beladiri dari sekolah, lengkap dengan peralatannya. “mian,mian,mian”kataku lagi lalu membungkukan badanku 90o dan pergi begitu saja bagai di terpa angin.
            #author pov
“HYUNMI”panggil woori dari tadi yang tidak membuahkan hasil sedikitpun.”orang ini merepotkan saja”kata woori dengan terengah – engah seperti orang yang habis lari maraton sejauh 3000 meter (?)*yang bener aja*. “ne, woori”balas hyunmi di belakang woori yang sedang beristirahat, “kau ini, dari mana saja sih?, aku sudah mencarimu kemana – mana tau.!”kata woori marah – marah, “jeongmal mianhe, aku sangat malu untuk bersekolah”kata hyunmi sambil menangis, “eh, whae hyunmi – ah?” tanya woori kepada hyunmi. “ani.!”kata hyunmi lalu berlari keluar sekolah. “anak ini.!”kata woori lalu menyusul hyunmi, “tunggu.!”teriak seseorang di belakang woori “ne?”tanya woori lalu berbalik kebelakang. “tadi itu temanmu kan?, maaf ini tadi terjatuh saat dia tiba – tiba muncul di hadapanku dan tiba – tiba menghilang” kata namja itu. “ne, pasti akan ku kembalikan, khamsahamnida. Kim woori imnida.”kata woori berkenalan, “ne, choi jong hyun imnida, aku masih ada latihan taekwondo, anyeong”kata changjo lalu pergi begitu saja.
            #woori pov
“jadi, hanya karena hal seperti itu kau melarikan diri sambil menangis?”tanyaku sambil terbahak, “ne. Huee”kata hyunmi sambil menangis di kelasku. “oh, ige saputanganmu kan?, kemarin ada yang mengembalikannya seorang namja yang bernama choi jong hyun”kataku menjelaskan, “MWO?, jadi kemarin dia mengetaui jelas mukaku?”tanya hyunmi syok. “maybe!”kataku. “kim woori..”panggil seseorang dipintu, “ne?”jawabku. “YA TUHAN, KENAPA AKU HARUS BERTEMU ANAK INI?”batinku. “whae?”tanyaku, “do you be my girl friend?” tanya minwoo kepadaku yang ke 81 kalinya, “ani.!”jawabku tegas lalu keluar dari kelas menuju belakang sekolah.
            #minwoo pov
“ASH, gagal lagi.!”gumamku sebal lalu berjalan lemas keluar kelas woori. “MINWOO – ya”panggil seseorang, “hyunmi?”jawab minwoo “kasihan kau ini selalu di tolak oleh woori, seharusnya kau ini mendekatinya dulu dan buat dia jatuh cinta kepadamu, baru kau menyatakan cinta, kalau tiba2 seperti itu, mana mungkin woori akan menerimamu.!”jelas hyunmi “kalau seperti itu, keburu aku benar – benar mencintainya”ceplosku asal “hah?”reaksi hyunmi atas omonganku, “ahk, bu..bukan begitu, mak..maksudku keburu aku malah tidak mencintainya”kataku gugup. “mencurigakan.!”kata hyunmi lalu keluar dari kelas woori. “hufht hampir saja”gumamku, “tapi, benar juga kata yeoja itu, aku harus pendekatan dulu”batinku.
            #woori pov
“woori, apa kau yakin akan merubah dirimu menjadi sosok putri?”tanya hyunmi yang sedang ikut dandan bersamaku, “ne”jawabku singkat, “kenapasih kau selalu menolak minwoo, kalau aku sih langsungku terima”tanya hyunmi lagi, “dia terlalu mendadak, aku tidak suka, serasa aku hanya dipermainkan oleh namja itu.”jawabku. ~nut,nut~suara hpku diatas kasur, “hy woori, jalan denganku yuk, aku ingin mengulangnya dari awal”pesan singkat dari minwoo membuat hatiku berdegup kencang, “nugu, woori?”tanya hyunmi “minwoo, dia ajak aku jalan..”jawabku bahagia dan meloncat – loncat di atas kasur. “WOORI JANGAN BERISIK.!!”teriak eommaku mengomel gak jelas dari lantai bawah, “kau harus ikut yah.!!” Ajakku pada hyunmi sekalian memaksa juga, “ne,!”jawbanya to the point. @taman “woori, come here.!”teriak minwoo saat melihatku dengan hyunmi, “kenapa bersama hyunmi?”tanya minwoo berbisik, “aku yang memaksa”jawabku lalu berjalan sejajar dengan minwoo. “omo.. ini kencan pertamaku”batinku, “hari yang tidak begitu cerah” minwoo membuka percakapan.
            #author pov
“huh, mereka asik sekali.!!”batin hyunmi kesal, “pegangan tangan, rangkul2an. Uh buat aku iri aja deh”lanjut hyunmi dengan muka bete. ~langit mendung mendadak~ “mendung nih woori, kajja kita harus cepat mencari tempat berteduh”ajak minwoo lalu menarik tangan woori ke halte, “aku mau ke sana sebentar ne.!”izin minwoo lalu pergi ke supermarket. “hyunmi, hari ini aku sangat bahagia”kata woori membuka percakapan “...”tidak ada tanggapan, “hyunmi-ah, aku.. eh dia kemana koq ngilang??”ucap woori lagi setelah melihat sahabatnya itu menghilang tiba – tiba.
            #hyunmi pov
Hujan turun dengan deras saat aku ingin menyusul woori dan minwoo, secara terpaksa aku harus berteduh di pinggiran toko. “hacyu*bersin* hufht dingin”gumamku sambil memeluk diriku sendiri, “anyeonghaseo, kau orang yang waktu itu salah tanggap itu kan??”ucap seseorang disebelahku, “hehe, ne memang aku”jawabku malu. “kau kedinginan?, mianhe hari ini aku tidak bawa jacket jadi..”katanya terputus lalu memelukku, “omo.. tapi ini sangat hangat”batinku. “rumahmu di mana?, biarku antar”tanyanya yang masih memelukku, “di perempatan depan sana”jawabku. “kajja kita halte, aku bawa payung koq”katanya melepaskan pelukannya.
            #woori pov
“woori, apakita harus menunggu bis disini?”tanya minwoo sambil menyeruput kopinya, “ne, dimana lagi?”tanyaku balik. “mianhe, jalan – jalan kita jadi batal”sesal minwoo, “ani, gwenchana.!”jawabku sambil melihat – lihat sekeliling yang sepi. “pakailah jacketku, aku tau kau kedinginnan,”kata minwoo yang memakaikan jacketnya yang sangat wangi, “woori, minwoo”panggil seseorang, “HYUNMI, changjo sunbae?”sapaku balik. “woori, tidak diberi coffe?”tanya changjo padaku, “ani, aku tidak suka coffe”jawabku lalu duduk kembali di bangku halte. “hyunmi, masih dingin?”tanya changjo kepada hyunmi yang duduk di pinggir kami “anio!”jawab hyunmi sambil tersenyum, “mukamu pucat tau, tanganmu juga dingin. Akan ku peluk lagi deh”kata changjo lalu memeluk hyunmi yang mukanya sedang merah, “aku malu”kata hyunmi “tak apa, aku tak ingin kau kedinginan”kata changjo. “mereka so sweet sekali, maunya aku seperti itu” lamunku.
            #minwoo pov
“namja ini ternyata martil”batinku saat melihat changjo memeluk hyunmi, “ah, woori apa kau masih kedinginan?”tanyaku sambil memegang tangannya, “anio, gomawo”katanya dingin. “biar aku peluk yah, aku peluk yah”kataku sambil mendekat. “ANI, MENJAUHLAH”teriak woori, ~push~suara pintu bus terbuka. “busnya sudah datang, kajja kita pulang hyunmi”ajakku yang melepas paksa pelukan hyunmi dan changjo. “aku pulang dulu sunbae”pamit hyunmi yang langsung masuk ke dalam bus.
            #woori pov
“hyunmi, kau itu seperti terlalu murahan tau, dengan gampangnya changjo memelukmu, dan kau gak berkutik apa – apa.”cerocosku menasehati, “kau benar juga, atau jangan2 kau itu sebenarnya cemburu, ia kan..”goda hyunmi yang membuatku mual, amat sangat mual “ani, sudahlah jangan bicarakan itu lagi”kataku mengalihkan, “khm, cemburu”godanyalagi “yak hyunmi-ah”teriakku di dalam bis yang membuat semua penumpang menoleh kearah kami, “hm, mianhe”kataku saat menyadarinya sambil menunjukan sederetan gigi kuningku*eh(?) maksudnya sederetan gigi putihku. @school “hy woori”sapa minwoo saat aku akan masuk kedalam kelas, “siapa ya?, maaf aku tidak mengenalmu”jawabku lalu beranjak pergi. “kalau begitu kita berkenalan dulu, no min woo imnida, dan aku akan menyatakan perasaanku lagi, do you be my girl friend?”kata – kata itu yang membuatku sangat sebal kepadanya, dia itu memang benar – benar. “minwoo sudahlah jangan berpura – pura, aku tau kalau kalau kau itu hanya mempermainkanku kan?, aku tidak ingin sakit hati hanya karena seorang namja, araseo?”jelasku penuh perasaan, “aku tidak main2, walau aku harus menembakmu sampai  ribuan kali pun, aku tidak akan menyerah, untuk bintang yang bersinar sepertimu, aku akan mencoba untuk mendapat cahayanya”kata minwoo mulai ngelantur lalu pergi meninggalkanku begitu saja.
            #minwoo pov
“karena rasa penasaranku ini, aku jadi benar – benar mencintainya”batinku sesaat setelah woori menolakku yang entah keberapa kali aku mencoba mengutarakan perasaanku padanya. “minwoo, kau tidak mau pulang?”tanya teman sebangku ku “sekarangkan baru jam 9 pagi.!”jawabku aneh, “kau tidak dengar, tadikan ada pengumuman bahwa hari ini kita pulang cepat karena akan ada rapat paraguru”jelas temanku itu lalu meninggalkanku yang sedang melamunkan sesuatu yang entah apa itu. Aku berjalan dengan lemas di koridor sekolah memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak kufikirkan. “woori, sedang apa disini?”tanyaku saat melihat woori berdiri di depan gerbang, *grep* dia langsung memelukku dengan erat “mian aku sudah menolakmu minwoo shi, aku mau koq jadi pacarmu.!”kata woori yang membuatku kaget. “YAK MINWOO, BANGUN.!! KAU TIDAK MAU PULANG APA?, dari tadi melamun saja..”teriak youngmin dan kwangmin bersamaan yang membuat lamunanku buyar seketika. “kau ini kenapa sih minwoo,?”tanya youngmin “ani”jawabku singkat lalu pergi meninggalkan mereka.
            #woori pov
“aku bingung hyunmi”curhatku “whae??”tanya hyunmi “apa aku harus menerima minwoo,? Aku rasa saat dia menembakku tadi yang ke 82 dia sangat serius”kataku sambil memegangi belanjaan untuk berpesta bersama teman satu kelas dan walikelasku di rumahku nanti. “itu sih terserah dirimu saja, aku sih tidak bisa mencampuri urusanmu yah”jawab hyunmi yang berlari(?) masuk kerumahku. “huh”dengusku mendapat jawaban yang sangat tidak membantu. *pesta* “ini, woori yang masak??”tanya shimsaenim padaku “anio, aku hanya membantu menggorengnya saja, yang membuat bumbunya sih hyunmi”jawabku sambil menunjuk hyunmi yang sedang terduduk lemas di soffa, “ooh”jawab shimsaenim. “woori”panggil seseorang dibelakangku, “ne?”jawabku lalu berbalik menghadap namja itu, “eh minwoo.”tanganku tiba – tiba ditarik oleh minwoo kedalam mobilnya yang bisa dibilang sangat mahal itu. “yak lepas”suruhku sambil memberontak, “woori, jeongmal saranghaeo, kali ini aku tidak bercanda, dan aku ingin kau jadi pacarku, apa kau mau?”minwoo berkata dengan sangat tulus, itu sangat terlihat dari matanya “mianhe, minwoo-ah aku.. hanya ingin cinta yang tulus dari seorang namja , bukan sekedar cinta untuk dipermainkan olehmu, mian..”jawaku agak panjang lalu keluar dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam rumah. Aku tak melihat hyunmi dimanapun, “kemana sih hyunmi, akukan mau curhat, tapi dia malah nggk ada.!”dengusku sebal berjalan kearah belakang rumah, entahlah malam ini aku ingin melihat kolam berenang dibawah sinar bulan. “haha, ne songsaenim aku pasti akan sering – sering mendatangi museum itu”ucap seseorang ditengah keheningan belakang rumah, “hyunmi?”ucapku dalam hati melihat hyunmi dan hyun seong saenim duduk di rumput. “hyunmi saranghaeo, haha aku memang gila sudah berbicara ini akukan seorang guru”kata hyun seong saenim, “hmm, aku mengerti perasaan itu tidak bisa ditahan. Saenim nado saranghaeo”jawab hyunmi. “jarang-jarang aku melihat yang seperti ini secara langsung, foto ah”pikirku jahil yang masih berusaha mendengarkan “apa kau mau jadi pacarku?” tanya saenim “hmpffft, em”jawab hyunmi mengangguk sambil menahan tertawa. “akh, tidak baik menguping pembicaraan orang”pikirku lalu berbalik –drrt-ddrrtt- hpku bergetar tanda ada sebuah pesan, - woori cepat kelantai paling atas, ada sesuatu yang inginku perlihatkan- isi pesan itu dari minwoo. “merepotkan saja sih anak ini”dengusku pelan lalu berjalan kearah balkon kamarku, karena itu yang paling tinggi sebelum atap. “ish, ngapain sih minwoo, ngerjain aja deh”gumamku kesal di balkon kamar ~Byar~ suara kembang api mengagetkanku karena meluncur tepat didepan mukaku ‘YAK!’aku berteriak karena kaget dan terduduk lemas di lantai. “WOORI-ah aku benar- benar mencintaimu, aku serius ingin menjadikanmu yeoja chinguku, YOU ARE IS MY PURE LOVE, AND I IS YOUR PURE LOVE ;)”seorang namja berteriak dari bawah kamarku “Mwo?”ucapku pelan “WOORI saranghaeo, do you be my girl friend ?”tanya minwoo masih berteriak, ternyata dia berteriak di tengah lilin berbentuk love, dilengkapi dengan balon dan bunga mawar ~byar~ ~byar~ suara kembang api terus menggelegar di langit, membuatku bingung “MINWOO-ya, dasar namja menyebalkan, namja menggemaskan, namja tampan, dan namja baik hati, aku pasti akan   menerimamu babo. NADO SARANGHAEO MINWOO_AH J”teriakku balik membuat ukiran senyum di wajah minwoo yang tampan membuat ku terpesona. Minwoo merentangkan tangannya sambil memejamkan mata, membuatku bingung.
            #author pov
“namja babo itu mau apa sih?”tanya woori dalam hati. Minwoo sedang merasakan kebahagian yang selama ini ia tunggu, ia merentangkan tangannya, mengadah keatas, menghirup udara sebanyak yang ia bisa, dan masih mendengar suara kembang api dilangit. *hug tiba –tiba minwoo merasakan tubuhnya hangat, dia merasa ada yang memeluknya. “woori..”gumam minwoo membalas pelukan woori. “em,?”tanya woori “anio”jawab minwoo, pelukan woori melonggar, wajah woori dan minwoo mendekat ~chu~ minwoo mencium woori kilat.“chagi kajja kita ketahap selanjutnya.!”kata minwoo menatap woori dengan tatapan genit, “ANIO.. AKU BELUM SIAP..!”woori berteriak frustasi sambil berlari meninggalkan minwoo yang tertawa terbahak.

*cinta itu memang tidak bisa dipaksa, tapi dengan berjalannya waktu,cinta itu akan mudah tumbuh didalam hati ini :* ETT DAH AUTHOR :d

END ~ :*