Selasa, 10 September 2013

i want a pure love



I WANT A PURE LOVE
CAST :         -KIM WOORI
                   -NO MINWOO
OTHERCAST                   : - JUNG HYUNMI
-          CHOI JONG HYUN
-          SHIM HYUN SEONG
-          DLL
          LENGHT                : LONG ONE SHOOT
          GENRE                  : ROMANCE, GAJE
          RATING                : PG 13
          NAMA AUTHOR    : ILMI DINA PRIANTI ^.^


I WANT A PURE LOVE
                   #AUTHOR POV
woori saranghaeo, kim woori do you be my girl friend”ungkapan hati minwoo di depan woori“PABO, sudah ku bilang berkali – kali, aku tidak mau menjadi pacarmu, kita ini kan baru kenal seminggu yang lalu, tapi kau sudah menembakku berkali – kali tepatnya sudah 80 kali kau menembakku, apa kau tidak capek, selalu menembakku seperti ini?”kata woori dengan panjang x lebar x tinggi(?) “ani, karena aku sangat menyukaimu.!”jawab minwoo padat, “huh, terserah kau saja lah”kata woori lalu meninggalkan minwoo sendiri di taman belakang sekolah, “huh,”dengus minwoo dengan evil smirknya. “hey, apa kalian tau bahwa woori anak kelas 2 – C itu tidak mau pacaran dan dia bilang dia lebih ingin menjadi jomblo dari pada harus pacaran”*bisik – bisik* “padahal prince aegyo sudah menembaknya 80 kali, tapi dia tidak menerimanya, apa mata dia buta?”lanjut perempuan penggosip itu yang sebenarnya berbisik tepat di depannya sambil menatap woori dengan tatapan aneh. “huh, bukannya begitu, aku ini hanya tidak ingin sakit hati”batin woori membalas omongan mereka.
            #woori pov
“woori...”panggil seseorang, “ne?”jawabku. “kamu tau tidak, kemarin aku ditabrak seseorang.!”katanya bahagia, “ha?, koq kamu bisa senang begitu?”tanyaku aneh, “saat aku terjatuh, aku juga langsung jatuh hati padanya, dan aku juga dapat nomor hpnya.!”katanya sangat bahagia “hyunmi, sudahlah.. bukankah kau itu menyukai hyun seong songsaenim?”tanya woori padaku, “yup, kau memang benar, tapi.. songsaenim terlalu tua, aku ingin yang masih muda.”kata hyunmi berbinar. “lalu cintamu untuk songsaenim?”tanyaku sambil ngupil(?), “akan aku tetap jaga di hatiku, habisnya perbedaan umurku dengan seong songsaenim kan 4 tahun, itu kan terlalu jauh untuk ku raih.!”katanya juga ikutan ngupil(?). @pulang, “hyunmi, kajja kita pulang.!”ajakku kepada sahabatku yang berbeda kelas, “ne,!”katanya lalu mengikutiku dari belakang. “hyunmi, hari ini mau pulang naik apa?”tanyaku yang berjalan di depannya, tapi tidak ada jawaban dari hyunmi. “HYUNMI OI”teriakku sambil berbalik, “hah, koq dia nggk ada? :O”batinku aneh, dan memutuskan untuk mencarinya.
            #hyunmi pov
“hah, atlas sudah, tempat pensil sudah, hp sudah, baiklah lengkap sudah”cekku di jalan akan keluar sekolah. “~Brak,~bugk”ada suara pukulan yang terdengar begitu keras di arah ruang tak terpakai. “huaah :o”aku sangat kaget saat melihat ada seorang namja yang di pukul oleh seorang yeoja, “hmm, nggk salah tuh, harusnya kan namja yang menyiksa yeoja”batinku aneh lalu mendobrak pintu ruang itu. “BRAG, lepaskan dia.!”kataku sok pahlawan “^//^ mianhe, aku tak tau bahwa kalian sedang latihan beladiri, mianhe”kataku malu saat melihat mereka memakai seragam beladiri dari sekolah, lengkap dengan peralatannya. “mian,mian,mian”kataku lagi lalu membungkukan badanku 90o dan pergi begitu saja bagai di terpa angin.
            #author pov
“HYUNMI”panggil woori dari tadi yang tidak membuahkan hasil sedikitpun.”orang ini merepotkan saja”kata woori dengan terengah – engah seperti orang yang habis lari maraton sejauh 3000 meter (?)*yang bener aja*. “ne, woori”balas hyunmi di belakang woori yang sedang beristirahat, “kau ini, dari mana saja sih?, aku sudah mencarimu kemana – mana tau.!”kata woori marah – marah, “jeongmal mianhe, aku sangat malu untuk bersekolah”kata hyunmi sambil menangis, “eh, whae hyunmi – ah?” tanya woori kepada hyunmi. “ani.!”kata hyunmi lalu berlari keluar sekolah. “anak ini.!”kata woori lalu menyusul hyunmi, “tunggu.!”teriak seseorang di belakang woori “ne?”tanya woori lalu berbalik kebelakang. “tadi itu temanmu kan?, maaf ini tadi terjatuh saat dia tiba – tiba muncul di hadapanku dan tiba – tiba menghilang” kata namja itu. “ne, pasti akan ku kembalikan, khamsahamnida. Kim woori imnida.”kata woori berkenalan, “ne, choi jong hyun imnida, aku masih ada latihan taekwondo, anyeong”kata changjo lalu pergi begitu saja.
            #woori pov
“jadi, hanya karena hal seperti itu kau melarikan diri sambil menangis?”tanyaku sambil terbahak, “ne. Huee”kata hyunmi sambil menangis di kelasku. “oh, ige saputanganmu kan?, kemarin ada yang mengembalikannya seorang namja yang bernama choi jong hyun”kataku menjelaskan, “MWO?, jadi kemarin dia mengetaui jelas mukaku?”tanya hyunmi syok. “maybe!”kataku. “kim woori..”panggil seseorang dipintu, “ne?”jawabku. “YA TUHAN, KENAPA AKU HARUS BERTEMU ANAK INI?”batinku. “whae?”tanyaku, “do you be my girl friend?” tanya minwoo kepadaku yang ke 81 kalinya, “ani.!”jawabku tegas lalu keluar dari kelas menuju belakang sekolah.
            #minwoo pov
“ASH, gagal lagi.!”gumamku sebal lalu berjalan lemas keluar kelas woori. “MINWOO – ya”panggil seseorang, “hyunmi?”jawab minwoo “kasihan kau ini selalu di tolak oleh woori, seharusnya kau ini mendekatinya dulu dan buat dia jatuh cinta kepadamu, baru kau menyatakan cinta, kalau tiba2 seperti itu, mana mungkin woori akan menerimamu.!”jelas hyunmi “kalau seperti itu, keburu aku benar – benar mencintainya”ceplosku asal “hah?”reaksi hyunmi atas omonganku, “ahk, bu..bukan begitu, mak..maksudku keburu aku malah tidak mencintainya”kataku gugup. “mencurigakan.!”kata hyunmi lalu keluar dari kelas woori. “hufht hampir saja”gumamku, “tapi, benar juga kata yeoja itu, aku harus pendekatan dulu”batinku.
            #woori pov
“woori, apa kau yakin akan merubah dirimu menjadi sosok putri?”tanya hyunmi yang sedang ikut dandan bersamaku, “ne”jawabku singkat, “kenapasih kau selalu menolak minwoo, kalau aku sih langsungku terima”tanya hyunmi lagi, “dia terlalu mendadak, aku tidak suka, serasa aku hanya dipermainkan oleh namja itu.”jawabku. ~nut,nut~suara hpku diatas kasur, “hy woori, jalan denganku yuk, aku ingin mengulangnya dari awal”pesan singkat dari minwoo membuat hatiku berdegup kencang, “nugu, woori?”tanya hyunmi “minwoo, dia ajak aku jalan..”jawabku bahagia dan meloncat – loncat di atas kasur. “WOORI JANGAN BERISIK.!!”teriak eommaku mengomel gak jelas dari lantai bawah, “kau harus ikut yah.!!” Ajakku pada hyunmi sekalian memaksa juga, “ne,!”jawbanya to the point. @taman “woori, come here.!”teriak minwoo saat melihatku dengan hyunmi, “kenapa bersama hyunmi?”tanya minwoo berbisik, “aku yang memaksa”jawabku lalu berjalan sejajar dengan minwoo. “omo.. ini kencan pertamaku”batinku, “hari yang tidak begitu cerah” minwoo membuka percakapan.
            #author pov
“huh, mereka asik sekali.!!”batin hyunmi kesal, “pegangan tangan, rangkul2an. Uh buat aku iri aja deh”lanjut hyunmi dengan muka bete. ~langit mendung mendadak~ “mendung nih woori, kajja kita harus cepat mencari tempat berteduh”ajak minwoo lalu menarik tangan woori ke halte, “aku mau ke sana sebentar ne.!”izin minwoo lalu pergi ke supermarket. “hyunmi, hari ini aku sangat bahagia”kata woori membuka percakapan “...”tidak ada tanggapan, “hyunmi-ah, aku.. eh dia kemana koq ngilang??”ucap woori lagi setelah melihat sahabatnya itu menghilang tiba – tiba.
            #hyunmi pov
Hujan turun dengan deras saat aku ingin menyusul woori dan minwoo, secara terpaksa aku harus berteduh di pinggiran toko. “hacyu*bersin* hufht dingin”gumamku sambil memeluk diriku sendiri, “anyeonghaseo, kau orang yang waktu itu salah tanggap itu kan??”ucap seseorang disebelahku, “hehe, ne memang aku”jawabku malu. “kau kedinginan?, mianhe hari ini aku tidak bawa jacket jadi..”katanya terputus lalu memelukku, “omo.. tapi ini sangat hangat”batinku. “rumahmu di mana?, biarku antar”tanyanya yang masih memelukku, “di perempatan depan sana”jawabku. “kajja kita halte, aku bawa payung koq”katanya melepaskan pelukannya.
            #woori pov
“woori, apakita harus menunggu bis disini?”tanya minwoo sambil menyeruput kopinya, “ne, dimana lagi?”tanyaku balik. “mianhe, jalan – jalan kita jadi batal”sesal minwoo, “ani, gwenchana.!”jawabku sambil melihat – lihat sekeliling yang sepi. “pakailah jacketku, aku tau kau kedinginnan,”kata minwoo yang memakaikan jacketnya yang sangat wangi, “woori, minwoo”panggil seseorang, “HYUNMI, changjo sunbae?”sapaku balik. “woori, tidak diberi coffe?”tanya changjo padaku, “ani, aku tidak suka coffe”jawabku lalu duduk kembali di bangku halte. “hyunmi, masih dingin?”tanya changjo kepada hyunmi yang duduk di pinggir kami “anio!”jawab hyunmi sambil tersenyum, “mukamu pucat tau, tanganmu juga dingin. Akan ku peluk lagi deh”kata changjo lalu memeluk hyunmi yang mukanya sedang merah, “aku malu”kata hyunmi “tak apa, aku tak ingin kau kedinginan”kata changjo. “mereka so sweet sekali, maunya aku seperti itu” lamunku.
            #minwoo pov
“namja ini ternyata martil”batinku saat melihat changjo memeluk hyunmi, “ah, woori apa kau masih kedinginan?”tanyaku sambil memegang tangannya, “anio, gomawo”katanya dingin. “biar aku peluk yah, aku peluk yah”kataku sambil mendekat. “ANI, MENJAUHLAH”teriak woori, ~push~suara pintu bus terbuka. “busnya sudah datang, kajja kita pulang hyunmi”ajakku yang melepas paksa pelukan hyunmi dan changjo. “aku pulang dulu sunbae”pamit hyunmi yang langsung masuk ke dalam bus.
            #woori pov
“hyunmi, kau itu seperti terlalu murahan tau, dengan gampangnya changjo memelukmu, dan kau gak berkutik apa – apa.”cerocosku menasehati, “kau benar juga, atau jangan2 kau itu sebenarnya cemburu, ia kan..”goda hyunmi yang membuatku mual, amat sangat mual “ani, sudahlah jangan bicarakan itu lagi”kataku mengalihkan, “khm, cemburu”godanyalagi “yak hyunmi-ah”teriakku di dalam bis yang membuat semua penumpang menoleh kearah kami, “hm, mianhe”kataku saat menyadarinya sambil menunjukan sederetan gigi kuningku*eh(?) maksudnya sederetan gigi putihku. @school “hy woori”sapa minwoo saat aku akan masuk kedalam kelas, “siapa ya?, maaf aku tidak mengenalmu”jawabku lalu beranjak pergi. “kalau begitu kita berkenalan dulu, no min woo imnida, dan aku akan menyatakan perasaanku lagi, do you be my girl friend?”kata – kata itu yang membuatku sangat sebal kepadanya, dia itu memang benar – benar. “minwoo sudahlah jangan berpura – pura, aku tau kalau kalau kau itu hanya mempermainkanku kan?, aku tidak ingin sakit hati hanya karena seorang namja, araseo?”jelasku penuh perasaan, “aku tidak main2, walau aku harus menembakmu sampai  ribuan kali pun, aku tidak akan menyerah, untuk bintang yang bersinar sepertimu, aku akan mencoba untuk mendapat cahayanya”kata minwoo mulai ngelantur lalu pergi meninggalkanku begitu saja.
            #minwoo pov
“karena rasa penasaranku ini, aku jadi benar – benar mencintainya”batinku sesaat setelah woori menolakku yang entah keberapa kali aku mencoba mengutarakan perasaanku padanya. “minwoo, kau tidak mau pulang?”tanya teman sebangku ku “sekarangkan baru jam 9 pagi.!”jawabku aneh, “kau tidak dengar, tadikan ada pengumuman bahwa hari ini kita pulang cepat karena akan ada rapat paraguru”jelas temanku itu lalu meninggalkanku yang sedang melamunkan sesuatu yang entah apa itu. Aku berjalan dengan lemas di koridor sekolah memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak kufikirkan. “woori, sedang apa disini?”tanyaku saat melihat woori berdiri di depan gerbang, *grep* dia langsung memelukku dengan erat “mian aku sudah menolakmu minwoo shi, aku mau koq jadi pacarmu.!”kata woori yang membuatku kaget. “YAK MINWOO, BANGUN.!! KAU TIDAK MAU PULANG APA?, dari tadi melamun saja..”teriak youngmin dan kwangmin bersamaan yang membuat lamunanku buyar seketika. “kau ini kenapa sih minwoo,?”tanya youngmin “ani”jawabku singkat lalu pergi meninggalkan mereka.
            #woori pov
“aku bingung hyunmi”curhatku “whae??”tanya hyunmi “apa aku harus menerima minwoo,? Aku rasa saat dia menembakku tadi yang ke 82 dia sangat serius”kataku sambil memegangi belanjaan untuk berpesta bersama teman satu kelas dan walikelasku di rumahku nanti. “itu sih terserah dirimu saja, aku sih tidak bisa mencampuri urusanmu yah”jawab hyunmi yang berlari(?) masuk kerumahku. “huh”dengusku mendapat jawaban yang sangat tidak membantu. *pesta* “ini, woori yang masak??”tanya shimsaenim padaku “anio, aku hanya membantu menggorengnya saja, yang membuat bumbunya sih hyunmi”jawabku sambil menunjuk hyunmi yang sedang terduduk lemas di soffa, “ooh”jawab shimsaenim. “woori”panggil seseorang dibelakangku, “ne?”jawabku lalu berbalik menghadap namja itu, “eh minwoo.”tanganku tiba – tiba ditarik oleh minwoo kedalam mobilnya yang bisa dibilang sangat mahal itu. “yak lepas”suruhku sambil memberontak, “woori, jeongmal saranghaeo, kali ini aku tidak bercanda, dan aku ingin kau jadi pacarku, apa kau mau?”minwoo berkata dengan sangat tulus, itu sangat terlihat dari matanya “mianhe, minwoo-ah aku.. hanya ingin cinta yang tulus dari seorang namja , bukan sekedar cinta untuk dipermainkan olehmu, mian..”jawaku agak panjang lalu keluar dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam rumah. Aku tak melihat hyunmi dimanapun, “kemana sih hyunmi, akukan mau curhat, tapi dia malah nggk ada.!”dengusku sebal berjalan kearah belakang rumah, entahlah malam ini aku ingin melihat kolam berenang dibawah sinar bulan. “haha, ne songsaenim aku pasti akan sering – sering mendatangi museum itu”ucap seseorang ditengah keheningan belakang rumah, “hyunmi?”ucapku dalam hati melihat hyunmi dan hyun seong saenim duduk di rumput. “hyunmi saranghaeo, haha aku memang gila sudah berbicara ini akukan seorang guru”kata hyun seong saenim, “hmm, aku mengerti perasaan itu tidak bisa ditahan. Saenim nado saranghaeo”jawab hyunmi. “jarang-jarang aku melihat yang seperti ini secara langsung, foto ah”pikirku jahil yang masih berusaha mendengarkan “apa kau mau jadi pacarku?” tanya saenim “hmpffft, em”jawab hyunmi mengangguk sambil menahan tertawa. “akh, tidak baik menguping pembicaraan orang”pikirku lalu berbalik –drrt-ddrrtt- hpku bergetar tanda ada sebuah pesan, - woori cepat kelantai paling atas, ada sesuatu yang inginku perlihatkan- isi pesan itu dari minwoo. “merepotkan saja sih anak ini”dengusku pelan lalu berjalan kearah balkon kamarku, karena itu yang paling tinggi sebelum atap. “ish, ngapain sih minwoo, ngerjain aja deh”gumamku kesal di balkon kamar ~Byar~ suara kembang api mengagetkanku karena meluncur tepat didepan mukaku ‘YAK!’aku berteriak karena kaget dan terduduk lemas di lantai. “WOORI-ah aku benar- benar mencintaimu, aku serius ingin menjadikanmu yeoja chinguku, YOU ARE IS MY PURE LOVE, AND I IS YOUR PURE LOVE ;)”seorang namja berteriak dari bawah kamarku “Mwo?”ucapku pelan “WOORI saranghaeo, do you be my girl friend ?”tanya minwoo masih berteriak, ternyata dia berteriak di tengah lilin berbentuk love, dilengkapi dengan balon dan bunga mawar ~byar~ ~byar~ suara kembang api terus menggelegar di langit, membuatku bingung “MINWOO-ya, dasar namja menyebalkan, namja menggemaskan, namja tampan, dan namja baik hati, aku pasti akan   menerimamu babo. NADO SARANGHAEO MINWOO_AH J”teriakku balik membuat ukiran senyum di wajah minwoo yang tampan membuat ku terpesona. Minwoo merentangkan tangannya sambil memejamkan mata, membuatku bingung.
            #author pov
“namja babo itu mau apa sih?”tanya woori dalam hati. Minwoo sedang merasakan kebahagian yang selama ini ia tunggu, ia merentangkan tangannya, mengadah keatas, menghirup udara sebanyak yang ia bisa, dan masih mendengar suara kembang api dilangit. *hug tiba –tiba minwoo merasakan tubuhnya hangat, dia merasa ada yang memeluknya. “woori..”gumam minwoo membalas pelukan woori. “em,?”tanya woori “anio”jawab minwoo, pelukan woori melonggar, wajah woori dan minwoo mendekat ~chu~ minwoo mencium woori kilat.“chagi kajja kita ketahap selanjutnya.!”kata minwoo menatap woori dengan tatapan genit, “ANIO.. AKU BELUM SIAP..!”woori berteriak frustasi sambil berlari meninggalkan minwoo yang tertawa terbahak.

*cinta itu memang tidak bisa dipaksa, tapi dengan berjalannya waktu,cinta itu akan mudah tumbuh didalam hati ini :* ETT DAH AUTHOR :d

END ~ :*


         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

:D heyoow!! comentcoment