I WANT A PURE LOVE
CAST : -KIM WOORI
-NO
MINWOO
OTHERCAST : - JUNG HYUNMI
-
CHOI JONG HYUN
-
SHIM HYUN SEONG
-
DLL
LENGHT : LONG ONE SHOOT
GENRE : ROMANCE, GAJE
RATING : PG 13
NAMA
AUTHOR : ILMI DINA PRIANTI ^.^
I WANT A PURE LOVE
#AUTHOR POV
“ woori
saranghaeo, kim woori do you be my girl friend”ungkapan hati minwoo di depan woori“PABO,
sudah ku bilang berkali – kali, aku tidak mau menjadi pacarmu, kita ini kan
baru kenal seminggu yang lalu, tapi kau sudah menembakku berkali – kali
tepatnya sudah 80 kali kau menembakku, apa kau tidak capek, selalu menembakku
seperti ini?”kata woori dengan panjang x lebar x tinggi(?) “ani, karena aku
sangat menyukaimu.!”jawab minwoo padat, “huh, terserah kau saja lah”kata woori
lalu meninggalkan minwoo sendiri di taman belakang sekolah, “huh,”dengus minwoo
dengan evil smirknya. “hey, apa kalian tau bahwa woori anak kelas 2 – C itu
tidak mau pacaran dan dia bilang dia lebih ingin menjadi jomblo dari pada harus
pacaran”*bisik – bisik* “padahal prince aegyo sudah menembaknya 80 kali, tapi
dia tidak menerimanya, apa mata dia buta?”lanjut perempuan penggosip itu yang
sebenarnya berbisik tepat di depannya sambil menatap woori dengan tatapan aneh.
“huh, bukannya begitu, aku ini hanya tidak ingin sakit hati”batin woori
membalas omongan mereka.
#woori pov
“woori...”panggil
seseorang, “ne?”jawabku. “kamu tau tidak, kemarin aku ditabrak
seseorang.!”katanya bahagia, “ha?, koq kamu bisa senang begitu?”tanyaku aneh,
“saat aku terjatuh, aku juga langsung jatuh hati padanya, dan aku juga dapat
nomor hpnya.!”katanya sangat bahagia “hyunmi, sudahlah.. bukankah kau itu
menyukai hyun seong songsaenim?”tanya woori padaku, “yup, kau memang benar,
tapi.. songsaenim terlalu tua, aku ingin yang masih muda.”kata hyunmi berbinar.
“lalu cintamu untuk songsaenim?”tanyaku sambil ngupil(?), “akan aku tetap jaga
di hatiku, habisnya perbedaan umurku dengan seong songsaenim kan 4 tahun, itu
kan terlalu jauh untuk ku raih.!”katanya juga ikutan ngupil(?). @pulang, “hyunmi,
kajja kita pulang.!”ajakku kepada sahabatku yang berbeda kelas, “ne,!”katanya
lalu mengikutiku dari belakang. “hyunmi, hari ini mau pulang naik apa?”tanyaku
yang berjalan di depannya, tapi tidak ada jawaban dari hyunmi. “HYUNMI
OI”teriakku sambil berbalik, “hah, koq dia nggk ada? :O”batinku aneh, dan
memutuskan untuk mencarinya.
#hyunmi pov
“hah, atlas
sudah, tempat pensil sudah, hp sudah, baiklah lengkap sudah”cekku di jalan akan
keluar sekolah. “~Brak,~bugk”ada suara pukulan yang terdengar begitu keras di
arah ruang tak terpakai. “huaah :o”aku sangat kaget saat melihat ada seorang
namja yang di pukul oleh seorang yeoja, “hmm, nggk salah tuh, harusnya kan
namja yang menyiksa yeoja”batinku aneh lalu mendobrak pintu ruang itu. “BRAG,
lepaskan dia.!”kataku sok pahlawan “^//^ mianhe, aku tak tau bahwa kalian
sedang latihan beladiri, mianhe”kataku malu saat melihat mereka memakai seragam
beladiri dari sekolah, lengkap dengan peralatannya. “mian,mian,mian”kataku lagi
lalu membungkukan badanku 90o dan pergi begitu saja bagai di terpa
angin.
#author pov
“HYUNMI”panggil
woori dari tadi yang tidak membuahkan hasil sedikitpun.”orang ini merepotkan
saja”kata woori dengan terengah – engah seperti orang yang habis lari maraton
sejauh 3000 meter (?)*yang bener aja*. “ne, woori”balas hyunmi di belakang
woori yang sedang beristirahat, “kau ini, dari mana saja sih?, aku sudah
mencarimu kemana – mana tau.!”kata woori marah – marah, “jeongmal mianhe, aku
sangat malu untuk bersekolah”kata hyunmi sambil menangis, “eh, whae hyunmi –
ah?” tanya woori kepada hyunmi. “ani.!”kata hyunmi lalu berlari keluar sekolah.
“anak ini.!”kata woori lalu menyusul hyunmi, “tunggu.!”teriak seseorang di
belakang woori “ne?”tanya woori lalu berbalik kebelakang. “tadi itu temanmu
kan?, maaf ini tadi terjatuh saat dia tiba – tiba muncul di hadapanku dan tiba
– tiba menghilang” kata namja itu. “ne, pasti akan ku kembalikan,
khamsahamnida. Kim woori imnida.”kata woori berkenalan, “ne, choi jong hyun
imnida, aku masih ada latihan taekwondo, anyeong”kata changjo lalu pergi begitu
saja.
#woori pov
“jadi, hanya
karena hal seperti itu kau melarikan diri sambil menangis?”tanyaku sambil
terbahak, “ne. Huee”kata hyunmi sambil menangis di kelasku. “oh, ige
saputanganmu kan?, kemarin ada yang mengembalikannya seorang namja yang bernama
choi jong hyun”kataku menjelaskan, “MWO?, jadi kemarin dia mengetaui jelas
mukaku?”tanya hyunmi syok. “maybe!”kataku. “kim woori..”panggil seseorang
dipintu, “ne?”jawabku. “YA TUHAN, KENAPA AKU HARUS BERTEMU ANAK INI?”batinku.
“whae?”tanyaku, “do you be my girl friend?” tanya minwoo kepadaku yang ke 81
kalinya, “ani.!”jawabku tegas lalu keluar dari kelas menuju belakang sekolah.
#minwoo pov
“ASH, gagal
lagi.!”gumamku sebal lalu berjalan lemas keluar kelas woori. “MINWOO – ya”panggil
seseorang, “hyunmi?”jawab minwoo “kasihan kau ini selalu di tolak oleh woori,
seharusnya kau ini mendekatinya dulu dan buat dia jatuh cinta kepadamu, baru
kau menyatakan cinta, kalau tiba2 seperti itu, mana mungkin woori akan
menerimamu.!”jelas hyunmi “kalau seperti itu, keburu aku benar – benar
mencintainya”ceplosku asal “hah?”reaksi hyunmi atas omonganku, “ahk, bu..bukan
begitu, mak..maksudku keburu aku malah tidak mencintainya”kataku gugup.
“mencurigakan.!”kata hyunmi lalu keluar dari kelas woori. “hufht hampir
saja”gumamku, “tapi, benar juga kata yeoja itu, aku harus pendekatan
dulu”batinku.
#woori pov
“woori, apa kau
yakin akan merubah dirimu menjadi sosok putri?”tanya hyunmi yang sedang ikut
dandan bersamaku, “ne”jawabku singkat, “kenapasih kau selalu menolak minwoo,
kalau aku sih langsungku terima”tanya hyunmi lagi, “dia terlalu mendadak, aku
tidak suka, serasa aku hanya dipermainkan oleh namja itu.”jawabku.
~nut,nut~suara hpku diatas kasur, “hy woori, jalan denganku yuk, aku ingin
mengulangnya dari awal”pesan singkat dari minwoo membuat hatiku berdegup
kencang, “nugu, woori?”tanya hyunmi “minwoo, dia ajak aku jalan..”jawabku
bahagia dan meloncat – loncat di atas kasur. “WOORI JANGAN BERISIK.!!”teriak
eommaku mengomel gak jelas dari lantai bawah, “kau harus ikut yah.!!” Ajakku
pada hyunmi sekalian memaksa juga, “ne,!”jawbanya to the point. @taman “woori,
come here.!”teriak minwoo saat melihatku dengan hyunmi, “kenapa bersama
hyunmi?”tanya minwoo berbisik, “aku yang memaksa”jawabku lalu berjalan sejajar
dengan minwoo. “omo.. ini kencan pertamaku”batinku, “hari yang tidak begitu
cerah” minwoo membuka percakapan.
#author pov
“huh, mereka
asik sekali.!!”batin hyunmi kesal, “pegangan tangan, rangkul2an. Uh buat aku
iri aja deh”lanjut hyunmi dengan muka bete. ~langit mendung mendadak~ “mendung
nih woori, kajja kita harus cepat mencari tempat berteduh”ajak minwoo lalu
menarik tangan woori ke halte, “aku mau ke sana sebentar ne.!”izin minwoo lalu
pergi ke supermarket. “hyunmi, hari ini aku sangat bahagia”kata woori membuka
percakapan “...”tidak ada tanggapan, “hyunmi-ah, aku.. eh dia kemana koq
ngilang??”ucap woori lagi setelah melihat sahabatnya itu menghilang tiba –
tiba.
#hyunmi pov
Hujan turun
dengan deras saat aku ingin menyusul woori dan minwoo, secara terpaksa aku
harus berteduh di pinggiran toko. “hacyu*bersin* hufht dingin”gumamku sambil
memeluk diriku sendiri, “anyeonghaseo, kau orang yang waktu itu salah tanggap
itu kan??”ucap seseorang disebelahku, “hehe, ne memang aku”jawabku malu. “kau
kedinginan?, mianhe hari ini aku tidak bawa jacket jadi..”katanya terputus lalu
memelukku, “omo.. tapi ini sangat hangat”batinku. “rumahmu di mana?, biarku
antar”tanyanya yang masih memelukku, “di perempatan depan sana”jawabku. “kajja
kita halte, aku bawa payung koq”katanya melepaskan pelukannya.
#woori pov
“woori, apakita
harus menunggu bis disini?”tanya minwoo sambil menyeruput kopinya, “ne, dimana
lagi?”tanyaku balik. “mianhe, jalan – jalan kita jadi batal”sesal minwoo, “ani,
gwenchana.!”jawabku sambil melihat – lihat sekeliling yang sepi. “pakailah
jacketku, aku tau kau kedinginnan,”kata minwoo yang memakaikan jacketnya yang
sangat wangi, “woori, minwoo”panggil seseorang, “HYUNMI, changjo sunbae?”sapaku
balik. “woori, tidak diberi coffe?”tanya changjo padaku, “ani, aku tidak suka
coffe”jawabku lalu duduk kembali di bangku halte. “hyunmi, masih dingin?”tanya
changjo kepada hyunmi yang duduk di pinggir kami “anio!”jawab hyunmi sambil
tersenyum, “mukamu pucat tau, tanganmu juga dingin. Akan ku peluk lagi deh”kata
changjo lalu memeluk hyunmi yang mukanya sedang merah, “aku malu”kata hyunmi
“tak apa, aku tak ingin kau kedinginan”kata changjo. “mereka so sweet sekali,
maunya aku seperti itu” lamunku.
#minwoo pov
“namja ini
ternyata martil”batinku saat melihat changjo memeluk hyunmi, “ah, woori apa kau
masih kedinginan?”tanyaku sambil memegang tangannya, “anio, gomawo”katanya
dingin. “biar aku peluk yah, aku peluk yah”kataku sambil mendekat. “ANI,
MENJAUHLAH”teriak woori, ~push~suara pintu bus terbuka. “busnya sudah datang,
kajja kita pulang hyunmi”ajakku yang melepas paksa pelukan hyunmi dan changjo.
“aku pulang dulu sunbae”pamit hyunmi yang langsung masuk ke dalam bus.
#woori pov
“hyunmi, kau
itu seperti terlalu murahan tau, dengan gampangnya changjo memelukmu, dan kau
gak berkutik apa – apa.”cerocosku menasehati, “kau benar juga, atau jangan2 kau
itu sebenarnya cemburu, ia kan..”goda hyunmi yang membuatku mual, amat sangat
mual “ani, sudahlah jangan bicarakan itu lagi”kataku mengalihkan, “khm,
cemburu”godanyalagi “yak hyunmi-ah”teriakku di dalam bis yang membuat semua
penumpang menoleh kearah kami, “hm, mianhe”kataku saat menyadarinya sambil
menunjukan sederetan gigi kuningku*eh(?) maksudnya sederetan gigi putihku.
@school “hy woori”sapa minwoo saat aku akan masuk kedalam kelas, “siapa ya?,
maaf aku tidak mengenalmu”jawabku lalu beranjak pergi. “kalau begitu kita
berkenalan dulu, no min woo imnida, dan aku akan menyatakan perasaanku lagi, do
you be my girl friend?”kata – kata itu yang membuatku sangat sebal kepadanya,
dia itu memang benar – benar. “minwoo sudahlah jangan berpura – pura, aku tau
kalau kalau kau itu hanya mempermainkanku kan?, aku tidak ingin sakit hati
hanya karena seorang namja, araseo?”jelasku penuh perasaan, “aku tidak main2,
walau aku harus menembakmu sampai ribuan
kali pun, aku tidak akan menyerah, untuk bintang yang bersinar sepertimu, aku
akan mencoba untuk mendapat cahayanya”kata minwoo mulai ngelantur lalu pergi
meninggalkanku begitu saja.
#minwoo pov
“karena rasa
penasaranku ini, aku jadi benar – benar mencintainya”batinku sesaat setelah
woori menolakku yang entah keberapa kali aku mencoba mengutarakan perasaanku
padanya. “minwoo, kau tidak mau pulang?”tanya teman sebangku ku “sekarangkan
baru jam 9 pagi.!”jawabku aneh, “kau tidak dengar, tadikan ada pengumuman bahwa
hari ini kita pulang cepat karena akan ada rapat paraguru”jelas temanku itu
lalu meninggalkanku yang sedang melamunkan sesuatu yang entah apa itu. Aku
berjalan dengan lemas di koridor sekolah memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak
kufikirkan. “woori, sedang apa disini?”tanyaku saat melihat woori berdiri di
depan gerbang, *grep* dia langsung memelukku dengan erat “mian aku sudah
menolakmu minwoo shi, aku mau koq jadi pacarmu.!”kata woori yang membuatku
kaget. “YAK MINWOO, BANGUN.!! KAU TIDAK MAU PULANG APA?, dari tadi melamun
saja..”teriak youngmin dan kwangmin bersamaan yang membuat lamunanku buyar
seketika. “kau ini kenapa sih minwoo,?”tanya youngmin “ani”jawabku singkat lalu
pergi meninggalkan mereka.
#woori pov
“aku bingung
hyunmi”curhatku “whae??”tanya hyunmi “apa aku harus menerima minwoo,? Aku rasa
saat dia menembakku tadi yang ke 82 dia sangat serius”kataku sambil memegangi
belanjaan untuk berpesta bersama teman satu kelas dan walikelasku di rumahku
nanti. “itu sih terserah dirimu saja, aku sih tidak bisa mencampuri urusanmu
yah”jawab hyunmi yang berlari(?) masuk kerumahku. “huh”dengusku mendapat
jawaban yang sangat tidak membantu. *pesta* “ini, woori yang masak??”tanya
shimsaenim padaku “anio, aku hanya membantu menggorengnya saja, yang membuat
bumbunya sih hyunmi”jawabku sambil menunjuk hyunmi yang sedang terduduk lemas
di soffa, “ooh”jawab shimsaenim. “woori”panggil seseorang dibelakangku,
“ne?”jawabku lalu berbalik menghadap namja itu, “eh minwoo.”tanganku tiba –
tiba ditarik oleh minwoo kedalam mobilnya yang bisa dibilang sangat mahal itu.
“yak lepas”suruhku sambil memberontak, “woori, jeongmal saranghaeo, kali ini
aku tidak bercanda, dan aku ingin kau jadi pacarku, apa kau mau?”minwoo berkata
dengan sangat tulus, itu sangat terlihat dari matanya “mianhe, minwoo-ah aku..
hanya ingin cinta yang tulus dari seorang namja , bukan sekedar cinta untuk
dipermainkan olehmu, mian..”jawaku agak panjang lalu keluar dari mobilnya dan
berjalan masuk kedalam rumah. Aku tak melihat hyunmi dimanapun, “kemana sih
hyunmi, akukan mau curhat, tapi dia malah nggk ada.!”dengusku sebal berjalan
kearah belakang rumah, entahlah malam ini aku ingin melihat kolam berenang
dibawah sinar bulan. “haha, ne songsaenim aku pasti akan sering – sering
mendatangi museum itu”ucap seseorang ditengah keheningan belakang rumah,
“hyunmi?”ucapku dalam hati melihat hyunmi dan hyun seong saenim duduk di
rumput. “hyunmi saranghaeo, haha aku memang gila sudah berbicara ini akukan
seorang guru”kata hyun seong saenim, “hmm, aku mengerti perasaan itu tidak bisa
ditahan. Saenim nado saranghaeo”jawab hyunmi. “jarang-jarang aku melihat yang
seperti ini secara langsung, foto ah”pikirku jahil yang masih berusaha
mendengarkan “apa kau mau jadi pacarku?” tanya saenim “hmpffft, em”jawab hyunmi
mengangguk sambil menahan tertawa. “akh, tidak baik menguping pembicaraan
orang”pikirku lalu berbalik –drrt-ddrrtt- hpku bergetar tanda ada sebuah pesan,
- woori cepat kelantai paling atas, ada sesuatu yang inginku perlihatkan- isi
pesan itu dari minwoo. “merepotkan saja sih anak ini”dengusku pelan lalu
berjalan kearah balkon kamarku, karena itu yang paling tinggi sebelum atap.
“ish, ngapain sih minwoo, ngerjain aja deh”gumamku kesal di balkon kamar ~Byar~
suara kembang api mengagetkanku karena meluncur tepat didepan mukaku ‘YAK!’aku
berteriak karena kaget dan terduduk lemas di lantai. “WOORI-ah aku benar- benar
mencintaimu, aku serius ingin menjadikanmu yeoja chinguku, YOU ARE IS MY PURE
LOVE, AND I IS YOUR PURE LOVE ;)”seorang namja berteriak dari bawah kamarku
“Mwo?”ucapku pelan “WOORI saranghaeo, do you be my girl friend ?”tanya minwoo
masih berteriak, ternyata dia berteriak di tengah lilin berbentuk love,
dilengkapi dengan balon dan bunga mawar ~byar~ ~byar~ suara kembang api terus
menggelegar di langit, membuatku bingung “MINWOO-ya, dasar namja menyebalkan,
namja menggemaskan, namja tampan, dan namja baik hati, aku pasti akan menerimamu babo. NADO SARANGHAEO MINWOO_AH J”teriakku balik
membuat ukiran senyum di wajah minwoo yang tampan membuat ku terpesona. Minwoo
merentangkan tangannya sambil memejamkan mata, membuatku bingung.
#author pov
“namja babo itu
mau apa sih?”tanya woori dalam hati. Minwoo sedang merasakan kebahagian yang
selama ini ia tunggu, ia merentangkan tangannya, mengadah keatas, menghirup
udara sebanyak yang ia bisa, dan masih mendengar suara kembang api dilangit.
*hug tiba –tiba minwoo merasakan tubuhnya hangat, dia merasa ada yang
memeluknya. “woori..”gumam minwoo membalas pelukan woori. “em,?”tanya woori “anio”jawab
minwoo, pelukan woori melonggar, wajah woori dan minwoo mendekat ~chu~ minwoo
mencium woori kilat.“chagi kajja kita ketahap selanjutnya.!”kata minwoo menatap
woori dengan tatapan genit, “ANIO.. AKU BELUM SIAP..!”woori berteriak frustasi
sambil berlari meninggalkan minwoo yang tertawa terbahak.
*cinta itu
memang tidak bisa dipaksa, tapi dengan berjalannya waktu,cinta itu akan mudah
tumbuh didalam hati ini :* ETT DAH AUTHOR :d
END
~ :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
:D heyoow!! comentcoment